Satu kesempatan, seorang senior pernah bercerita panjang lebar pada catatannya yang tidak kelar, saya juga tidak tahu pasti apa penyebab tulisan itu tidak kelar, dan hanya menyisakan label unfinished, tulisan yang menceritakan tentang pilihan hidup, pilihan terkadang memang harus menjadi satu prioritas, bahkan ketika kita memilih untuk berbeda sekalipun, tak pelak semua pilihan itu berangkat dari pikiran yang kadang terbilang matang, ada juga yang berawal dari ikut ikutan saja. Tapi mesti di syukuri, di antara semua yang memilih masih ada yang memilih setelah mereka paham dan tahu betul apa yang menjadi pilihan meraka, aktivitas memilah dengan pengumpulan data data yang bisa menjadi pijakan berfikir mereka. Tidak semua orang, mempunyai kerangka berpikir yang sama, karena setiap orang berangkat dari jalan berpikir yang sedikit unik, beda itu sendiri unik. Bahkan berbeda dalam mendefinisikan perbedaan itu sendiri. Tapi lagi lagi seperti kutipan tulisan salah seorang senior
ketidak-seragaman sejarah hidup, koordinat aktivitas hidup, bacaan, selera, pola pikir, keegoan… membentuk persepsi masing-masing. Warna-warni hidup, meski warna-warni yang berbeda itu sering tak seindah pelangi.
Tapi tetap saja dari semua koordinat perbedaan itu, masih ada garis singgung yang bisa di satukan, variabel-variabel acak yang kadang tidak pernah terpikirkan (atau barangkali saya tidak pernah kepikiran). Sepak Bola, yah untuk saat ini, barangkali ini alat yang paling ampuh untuk di jadikan alat penunda waktu untuk terus berselisih dalam, walapun kadang kadang ada juga bentrokan yang kecolongan, but well… beda akan terus berbeda, sampai kapanpun perbedaan itu akan tetap ada.
Ya, sampai kapanpun, beda adalah keharusan, akan lain ceritanya kalau kita berada dalam kesamaan yang membosankan, Tuhan telah bermurah hati menciptakan kita beragam dan berbeda, agar kita bisa merasakan suatu yang lain dari kebiasaan kita, saya tidak bisa membayangkan kalau sekiranya, semua bunga hanya punya satu warna, mestilah kita bosan melihatnya untuk waktu yang lama. Andaikan semua manusian berwajah sama, mestilah kita ketakutan, dan merasa heran, kenapa ada orang lain yang mirip dengan saya, kenapa ini dan kenapa itu??
Tapi, bandingkan dengan keragaman yang ada, tersirat makna dan keindahan disana. Beda adalah kabaikan, karena dengan beda, kita tahu siapa kita, dengan perbedaan kita masih bisa bergandengan tangan.
Dunia sepak bola membuktikannya, perbedaan team, bangsa dan negara, latar belakang geografis, cara mengolah bola, kesemua itu disatukan dalam satu teknik permainan yang indah dan elok dipandang mata.
.
.
.
Well! Sepak bola tidak sesederhana pemilihan umum untuk menentukan siapa calon pemimpin kedepan
*loh kok???*
*akhirnya draft ini tidak sekedar draft saja*
PS: Tautannya sudah tidak aktif lagi, yang punya blog udah pindah kesini
komentar terakhir