Mahasiswa, Beasiswa dan surat miskin

18 03 2009

Mahasiswa sebagai seorang yang dianggap intelektual, dengan segenap kemampuan dan beban tanggung jawab kerapkali dipandang lebih hebat dalam pandangan masyarakat, dari aksi-aksi demo yang mereka sering lakukan, dari kegiatan-kegiatan yang bertema sosial, ekonomi yang pada intinya adalah untuk kesejahteraan orang banyak.

Tak jarang mereka diberi gelar sebagai agent of change, yang kelak akan menjadi ujung tombak dalam perubahan yang memberi dampak baik untuk kyalayak umum. Dan tidak bisa dipungkiri memang, ada banyak harapan yang digantung di atas pundak mereka yang memegang predikat mahasiswa, orang tua, masyarakat dan masih banyak lagi.

Sebagai insan akademis, seorang mahasiswa dituntut untuk melakukan segala sesuatu yang bersifat ilmiah, tidak bisa dipungkiri memang, kalau metode ilimiah yang kerap dilakukan, membawa mahasiswa pada tingkatan mendewakan metode ilmiah, semua harus ilmiah, sesuatu yang tidak bisa dijangkau dengan logika ilmiah akan di tolak mentah-mentah. Sebentar, mungkin tidak santun rasanya kalau saya main pukul rata seperti ini, toh dari sekian banyak mahasiswa ilmu pasti yang mengagungkan metode ilmiah dan meng-agung-agungkannya, masih ada sebagian kecil dari mereka yang bisa di ajak kompromi untuk hal-hal yang tidak ilmiah (sebenarnya batasan ilmiah tidak ilmiah itu sampai mana?), saya tidak paham betul dengan konsep akal dan perasaan yang sering diperdebatkan oleh filosof dan ilmuwan, bagaimana mereka sampai pada satu kesimpulan dalam penyelesaian masalah tertentu.

Seperti layaknya mereka yang mencari rusa dengan menelesuri serta menciup bau rusa, dan satu nya lagi mencari rusa dengan mengikuti jejak kakinya, pada dasarnya mereka sama-sama mencari rusa, hanya saja cara yang mereka gunakan yang berbeda.

Sebenarnya saya hanya ingin menulis sedikit tentang mahasiswa.

Dan selanjutnya adalah beasiswa, diantara sekian banyak mahasiswa yang bisa singgah di bangku perguruan tinggi, tidak semuanya bisa melakukan studi sampai batas waktu yang telah di tentukan, bisa jadi itu masalah akademis, masalah cinta (ini saya kurang yakin), dan terakhir yang lebih sering terjadi adalah masalah ekonomi, ya …. masalah keuangan.

Disinilah beasiswa dapat menunjukkan manfaatnya, dari sekian banyak mahasiswa berprestasi yang tidak mampu dalam hal ekonomis dapat terbantu dengan adanya beasiswa dari berbagai sponsor.

Ini juga sama, saya hanya menggambarkan definisi beasiswa menurut yang saya pahami, mungkin ada definisi lain yang lebih ilmiah :D

Terakhir yang saya ingin katakan adalah surat miskin, dari segi bahasa (halah apa pula ini), surat itu apa? Dan miskin itu apa? Yang pasti surat miskin ini sering saya dengar dari kawan-kawan, dari selebaran pengumuman yang di pajang di mading kampus, sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan beasiswa, kreteria untuk mendapat beasiswa seperti yang saya jelaskan di atas salah satunya adalah surat miskin.

Surat yang akan jadi bahan pertimbangan kalau pemohon benar adanya berasal dari keluarga tidak mampu, dan layak untuk mendapatkan tunjangan tambahan dalam bentuk beasiswa.

Semua ada waktu dan tempatnya, sesuatu yang tidak diletakkan pada tempatnya akan menimbulkan petaka, sesuatu yang dilakukan tidak pada waktunya juga akan kelihatan prematur, tidak akan ada hasil yang maksimal. Ada satu lagi, pekerjaan yang dilakukan oleh yang bukan ahlinya juga berpeluang untuk tidak berhasil.

Mahasiswa, beasiswa, surat miskin yang disalah gunakan akan sangat berakibat pada kelangsungan definisi yang saya tulis barusan di atas, mungkin difenisi dari kawan kawan blogger sedikit banyak berbeda dengan saya tentang semua terma di atas itu.

Dengan ini sebenarnya saya menolak semua bentuk manipulasi surat-surat untuk kepentingan yang tidak pada tempatnya, dan dengan ini pula saya menolak untuk bergabung dengan mereka.


Actions

Information

4 responses

18 03 2009
itikkecil

katanya mahasiswa itu menolak segala bentuk korupsi, tapi kalau surat miskin pun dimanipulasi, apa bedanya mereka dengan para koruptor itu? sama-sama ngembat hak orang miskin…

19 03 2009
Mr.El-Adani

Tak ada bedanya Mbak, hampir sama dengan komentar Andaru di postingan Bang Alex.

Kalau masih di bangku kuliah ngomongnya alamak, idealisnya minta ampun, tapi cobalah kalau mereka diberikan kesempatan,pasti tidak akan berbeda jauh, tidak layak juga kalau saya samaratakan, dan satu hal yang saya takuti itu dia Mbak, sekarang jadi tukang kritik, mungkin ke depan jadi target kritikan :) )

29 04 2009
Aulia

beasiswa oh beasiswa :’(

29 04 2009
Mr.El-Adani

mahasiswa oh mahasiswa…. :( (

Leave a comment