Ketika Adam bersalah dan melakukan dosa
Tuhan mengusirnya kedunia
Tiada penutup badan kecuali daun-daun pepohonan
Tiada bekal dibawa kecuali sesal mengharu kalbu
Tatkala kakinya menginjak bumi
Tersungkur dia oleh geraman binatag-binatang buas
Dan kekuatan alampun mempermainkannya
Karena dia begitu lemah
Lapar, dingin dan takut menerpanya
Lalu dia lari ke dalam gua gelap gulita
Adam berpikir tentang dirinya
Betapa lemah, betapa sunyi sendiri
Di suatu tempat yang seluruh penghuninya
Mengejar dan memusuhinya
Tanpa dia tahu sedikitpun rahasianya
Dipandangnya langit
Di sana burung-burung beterbangan
Dipandangnya laut
Di situ ikan-ikan bersenda ria
Dilihatnya bumi
Disitu binatang-binatang buas datang dan pergi
Semua itu membuatnya gembira
Karena disitu dia dapatkan makanan dan tempat berteduh
Dan kini ketakutan hilang dari dirinya
Sesal semakin menyesakkan dadanya
Walau akhirnya dia berhasil menguasai diri
Dia tengadahkan kedua tangannya ke langit
Lalu meratap
Dan langitpun menjawab:
Pergilah wahai laki-laki
Karena aku telah memberimu tangan dan akal
Aku memberimu bumi dan waktu
Pergilah,
Berbuatlah seperti burung-burng
Terbang diangkasa
Menyelamlah di laut seperti ikan
Yang menjelajahi tempat-tempat yang jauh!
Maka Adam pun merenungi dirinya
Akan pintu-pintu rahasia kehidupan
Kini terbuka di depan matanya
Sinar mentari menyibakkan kegelapan gua
Kini jalan ke depan menjadi terang.
== Malik bin Nabi ==
Nyanyian Perlambang…
21 02 2009Comments : 4 Comments »
Categories : Kontemplasi, Others, Sajak
komentar terakhir