Nyanyian Perlambang…

21 02 2009

Ketika Adam bersalah dan melakukan dosa

Tuhan mengusirnya kedunia

Tiada penutup badan kecuali daun-daun pepohonan

Tiada bekal dibawa kecuali sesal mengharu kalbu

Tatkala kakinya menginjak bumi

Tersungkur dia oleh geraman binatag-binatang buas

Dan kekuatan alampun mempermainkannya

Karena dia begitu lemah

Lapar, dingin dan takut menerpanya

Lalu dia lari ke dalam gua gelap gulita

Adam berpikir tentang dirinya

Betapa lemah, betapa sunyi sendiri

Di suatu tempat yang seluruh penghuninya

Mengejar dan memusuhinya

Tanpa dia tahu sedikitpun rahasianya

Dipandangnya langit

Di sana burung-burung beterbangan

Dipandangnya laut

Di situ ikan-ikan bersenda ria

Dilihatnya bumi

Disitu binatang-binatang buas datang dan pergi

Semua itu membuatnya gembira

Karena disitu dia dapatkan makanan dan tempat berteduh

Dan kini ketakutan hilang dari dirinya

Sesal semakin menyesakkan dadanya

Walau akhirnya dia berhasil menguasai diri

Dia tengadahkan kedua tangannya ke langit

Lalu meratap

Dan langitpun menjawab:

Pergilah wahai laki-laki

Karena aku telah memberimu tangan dan akal

Aku memberimu bumi dan waktu

Pergilah,

Berbuatlah seperti burung-burng

Terbang diangkasa

Menyelamlah di laut seperti ikan

Yang menjelajahi tempat-tempat yang jauh!

Maka Adam pun merenungi dirinya

Akan pintu-pintu rahasia kehidupan

Kini terbuka di depan matanya

Sinar mentari menyibakkan kegelapan gua

Kini jalan ke depan menjadi terang.

== Malik bin Nabi ==





Secret Admirer!

9 02 2009

Ini murni pikiran negatif, semuanya adalah persangkaan yang buruk, tentang orang disekitar yang terus melihat, memantau, memperhatikan semua tingkah orang lain dan perilaku orang lain.

Semua yang berhubungan dengan dirimu akan sangat menarik perhatiannya, bacaanmu, cara kamu berjalan, cara kamu berpikir, semua ucapan yang kamu keluarkan baik secara sengaja dengan melewati proses berfikir dahulu, maupun yang secara tak sengaja meluncur begitu saja.

Tentang buku yang kamu baca, tentang musik yang kamu dengar, tentang kegiatan yang kamu didalamnya berkecimpung, dan hampir semua hal yang berhubungan dengan dirimu, ada satu hal yang saya pikir sangat mengerikan, dimana dia mengenal dirimu lebih dari kamu mengenal diri kamu sendiri (u….. taku…..t ) ; )

Well, itulah dia, seorang pengagum rahasia, dan bagi siapa yang jadi korban, jangan khawatir karena ini semua tidak akan jadi masalah besar selama dia tidak lebih aktif dari anak-anak yang hiperaktif, dan tentunya tidak masuk dalam daerah yang bersinggungan dengan privacy kita semua. Selama dia masih diam-diam, tidak jadi masalah, tapi akan jadi masalah besar kalau dia sudah mulai meresahkan, selama dia masih melihat kita dari jarak yang aman juga belum jadi masalah, sampai dia mulai melihat kita dari jarak hanya sepanjang rol anak sekolahan ho ho ho :d

Kalau misal ada kasus begini, dia tanya kita sama kawan kita yang lain, kemudian kawan kita yang lain tadi jumpa kita, terus dia bilang kalau si dia tanyain kita, kemudian tidak lama berselang kita berjumpa dengan si dia, dan bertanya ada apa dengan gaya yang tidak begitu begok, tapi dia-nya yang malah balik tanya, siapa yang tanyain? Terus dengan alasan yang dibuat-buat katanya si dia berkata tidak ada apa-apa, kalau tidak ada apa-apa untuk apa tanya-tanya segala? Nah, orang seperti ini sudah barang tentu sangat membosankan dan sangat mencurigakan kalau bisa dibilang begitu.

Sebentar, sebentar……

*berpikir kembali*

*mulai berpikir negatif*

Jika demikian kasusnya, berarti dia bukan pengagum rahasia dunk? Berarti dia penasaran dan ingin tahu banyak tentang sepak terjang kita ini, kalau kita tidak pernah kelihatan, dia mulai bertanya-tanya kemana perginya kita, ada apa dengan kita, bisa jadi dia cemburu dengan kita, dia maunya pingen belajar apa yang kita pelajari, ingin bergabung dengan komunitas yang kita ikuti, kadang mencari buku yang sama dengan buka yang sedang kita baca.

Lha bukannya ini bagus? Bukankah ini akan membuat iklim persaingan semakin seru dan panas?

Betul memang, tapi saya tidak pernah menganggap dia sebagai saingan, saya hanya mau dia sebagai kawan. Saya tidak ingin dia bertingkah aneh bin ajaib yang menarik perhatian saya.

*su u zon MOOD=OFF*





Postingan perdana 2009

6 02 2009

Satu bulan lebih saya meninggalkan rumah maya yang sering saya jadikan tempat untuk menampung semua ide-ide yang tidak bisa di katagorikan dalam ide yang brilian, tapi apapun itu, kebaradaan saya mesti berarti dan tidak berhak untuk di rugikan, termasuk oleh saya sendiri.

Mulai dari sederet pameran keangkuhan yang meluluhlantakkan semua asa dan mimpi anak-anak di Gaza, kemudian komentar semua orang yang merasa layak untuk berkomentar dan mengajukan beberapa cara berpikir dan menyampaikan ide tentang penentangan bahkan melegalkan pembunuhan yang sedang terjadi, sampai aksi pro dan kontra yang kian memisahkan jarak antara kebenaran, keadilan dan semua lawan katanya.

Wajar saja kalau ada yang beranggapan kalau hidup penuh keadilan hanya mungkin dengan ber-utopia, tidak salah memang, dalam kondisi yang di lahirkan dengan keadaan ketidak adilan sudah menjadi asupan setiap hembusan nafas, ketika asupan ASI tidak lagi menjadi makanan utama, biaya beli susu juga mahal, praktek ketidak adilan adalah sebuah kelayakan pada saat umur mulai merangkak senja, dengan dalih sabar dan sabar, padahal itu semua tidak ubah satu alat untuk menghibur diri, bumi yang adil adalah utopia.

Tapi, bukanlah hidup kalau tidak ada hitam-putih, tidak ada istilah abu-abu, karena abu-abu bisa di cap pengkhianat bagi kedua belah pihak, kaya-miskin, atasan-bawahan, bersih-kotor, negative-positive, dan ada laki-laki dan wanita.

Untuk apa semua itu?

Katanya untuk saling melengkapi satu sama lain, katanya lagi, dunia bakal tidak nyaman kalau tidak ada keseimbangan, dan lagi katanya, dunia akan kelihatan tidak indah kalau semua yang ada hanyalah sama dalam berbagai hal, apa jadinya kalau di dunia ini hanya ada satu warna, katakanlah merah, bagaimana jadinya?

Bagaimana jadinya kalau Adam hanya sendiri, dan tidak ada Hawa disana? (ya kita-kita bakalan tidak ada dung mas-mbak ho ho ho :D )

Adam akan kesepian, dan akan sangat merana…..

Terima kasih Ibunda Hawa yang telah menemani Ayahanda Adam Surga sana.

NB:

Postingan perdana semenjak keluar dari RS Cut Nyak Dhien, karena takut akan kamatian yang seolah sedang menggedor-gedor kamar kontrakan (mengerikan sekali), dengan gejala akut yang mengerikan, di khawatirkan terserang DBD, akhirnya dengan kemurah-hatian malaikat maut, saya di beri tenggat waktu, kemudian dengan sisa tenaga yang ada saya dilarikan ke Rumah Sakit untuk karantina sesaat :D