Freedom:Tolong jangan karam dulu….!

19 08 2008

Hari kemerdekaan, tidak juah berbeda bagi saya, kemaren saya sempat jalan jalan lihat beberapa tuilsan yang berhubungan dengan rasa dan pendapat mereka tentang hari kemerdekaan, seperti di sini dan di sini dan banyak lagi contoh semisal.

Karena aktivitas itu, saya terjebak lagi dalam perjalanan narasi Alex Aceh ( saya lebih suka menyebutnya Cobain), seperti tulisan yang dia post di sini, namun ada yang menarik di sana, dulu sekali sebelum saya kenal dengan yang namanya group musik Homicide (you will love it), orang ini juga yang memperkenalkannya di belantara dunia maya ini, lebih tepatnya kalau saya katakan bukan memperkenalkan, bisa jadi saat itu lagu itu bisa mewakili rasa di dada nya, dan meledak meletup jauh di sana di dalam sanubarinya, hingga lahirlah sebuah postingan yang berjudul lirik lirik molotov.

Kemudian, dengan rasa penasaran yang sedikit di paksakan, saya mencoba mencicipinya, pertamanya hanya beberapa lagu yang saya dapatkan, hingga di kemudian hari saya berjumpa dengan seorang senior yang bernama Alley, tinggal sedot meennnnnn! Dan benar saja, setiap tombol PC di nyalakan, lagu ini yang menjadi teman kesaharian, May God Bless Homicide! Ok sekarang lupakan itu semua.

Karena di postingan yang ini, Cobain lagi lagi memaksa saya untuk melihat lebih jauh tentang grup musik Karbala Bukan Fatamorgana, dan benar saja, seperti keberhasilan nya mempengaruhi saya tempo dulu, maka kali ini, dengan sedikit kesal setelah sign up ke myspace untuk bisa di unduh namun gagal, akhirnya Paman Google yang membantu saya, hingga akhirnya saya di antar sampai ke Gapura :D

Maka di kesempatan kali ini, saya hanya akan mencoba meng-copy paste lirik yang pernah di sajikan di sini oleh senior saya  (Alexaceh A.K.A Alex Cobain), semoga ini bisa mewakili perasaan saya menyambut hari kemerdakaan ini:

Hei, kalian tengok itu ke tengah samudra
Melaju bahtera besar bernama Indonesia
Oleng dihantam badai, limbung diterjang gelombang
Hingga hilang arah, sesat pula tujuan
Begitu banyak lubang di lambung
Keropos, air masuk, hanyut semua pelampung
Dengar kerikit tikus-tikus asing berkerumun
Tenang kerikiti lubang, aman dilindungi hukum
Sabar dan cerdik tikus-tikus asing mengerikit
Tahu penumpang tak sadar kapal sedang sakit
Virus disebar, penumpang pun terjangkit
Hingga terus diadu kayu salib dan bulan sabit
Lampu padam, mesin tak mau bergerak
Merah wajah sang nahkoda menahan ingin teriak
Pulas tertidur para pakar pejabat yang hidupnya enak
Mabuk beasiswa, tercuci otak

Tak jua datang bantuan barang seutas
Malas berpikir, ambil jalan yang pintas
Berkeliling Mualim-I menghiba sambil mengemis
Dan “Selamat datang kapal-kapal VOC Imperialis!”
Mendengar ledakan polisi berdatangan
kutak-katik berkutat di bukti dan pelaku di lapangan
Mana tahan sumbangan jutaan dollar?!
Diikatlah erat Ba’asyir demi lambang dan pembenaran

Bila runtuh sekat dinding
Kita semua ‘kan binasa
Mereka menuding-nuding
Mereka jugalah biangnya

Oi… Mariam tomong dainang, sinapang masin

Kudengar ratap, isak dan tangisan
Penduduk kapal merintih lirih menahankan lapar
Dengan mikropon nahkoda berpesan:
Buat apa tawakkal?
Pasrahlah hanya pada pasar!
Tuhan hanya membagi musibah
Pasar berjanji harta kita ‘kan berlimpah!
Untuk segera dibagi-bagi oleh Si Gila BI
Ke para maling kurap-sipit-kotor berjuluk DEBITOR

Genit berjalan nona-nona menor
Setengah telanjang, jinjing tas gaya khas pesohor
Seharian belanja si Nona tampak lelah
Asyik duduk di kafe, ngapain pulang ke rumah?!

Lain di atas lain pula di bawah
Pemuda teler main curang dikeroyok napasnya terengah
Kami berjudi demi kejar semua mimpi
Teman kami yang lain malah sudah menjual diri

Termenung seorang dengan botol di tangan
Bagaimana kami tak aniaya?
Anak kami minta yang kami tak bisa. Tapi bagaimana?!
TV yang anak-anak kami dan anak-anak mereka tonton, sama!

Putuslah tali, lepas sudah jangkar
Angin berputar, kacaukan buritan dan haluan
Tampak olehku tersisa tiangnya layar
Tertutup ombak atau bahtera menjelang karam?

Kering sudah ilalang
Mudah sulut, akan membakar
Bila jati diri hilang
Merah Putih tak berkibar

Oi… Mariam tomong dainang, sinapang masin

Bila bayi-bayi lahir tumbuh tak bergizi,
Apa kata dunia?!

Bila pasar dan investasi menjadi Nabi,
Apa kata dunia?!

Bila tikus-tikus asing tak juga dibasmi,
Apa kata dunia?!

Bila petani dan nelayan dianggap anak tiri pertiwi,
Apa kata dunia?!

Bila sampah dikemas dalam hiburan dan berita,
Apa kata dunia?!

Bila hampir telanjang semua wanita,
Apa kata dunia?!

Bila ulama mengebiri ajaran agamanya,
Apa kata dunia?!

Bila penguasa tidur seranjang dengan para pengusaha,
Apa kata dunia?!

Bila tentara dicabuti gigi dan nyalinya,
Apa kata dunia?!

Bila polisi tak beda dengan pelacur yang ditangkapinya,
Apa kata dunia?!

Bila kita dipaksa patuhi hukum yang melawan keadilan,
Sementara kalian pura-pura tak mengerti,
Hanya duduk diam kar’na takut mati,
Apa kata dunia?!

Berdiri di tepi jurang
Hembus angin menjatuhkan
Gelap tak kunjung terang
Kisah negeri tak ber-Tuhan

Oi… Mariam tomong dainang, sinapang masin

Jika sengaja kau abaikan,
Duduklah diam! Duduklah diam!
Kau pikir Allah akan mengubahmu?!
Dan surga sudah menunggumu di sana?!
Duduklah diam!
Karena bukan kau yang pertama begini!
Duduklah diam!
Karena engkau tahu kau tak sedang lapar!

Aku tak peduli apa yang akan dikatakan dunia
Tapi aku khawatir
Bila bahtera benar-benar karam
Apa yang akan dunia lakukan terhadapmu?!
Masih ada sedikit waktu,
Selamatkan!

Bagi kawan kawan yang ingin mendengar dan memilikinya, silahkan menikmati dan mengambilnya nya di sini.


Actions

Information

12 responses

19 08 2008
Mudabentara

wowww …. si anak negeri sedang perpuisi ria , ia bangga akan indonesianya akan tetapi indonesia itu tak seperti yang ia sangka , karena hanya menjadi tubuh yang berkalang duka , apakah ini indonesiamu ? ataukah indonesiaku tentunya indonesia ini tak hanya milikku atau juga milikmu, melainkan milik ketidak senangan ku akan luka pilu itu . …. kapan indonesia itu menjadi milik bersama , jika hartanya cuma untuk penebang-penebang hutan ? kapan menjadi milik kita jika hanya menjadi pelindung penjahat lapindo >? apakah itu indonesia kita ? jika itu adanya, lebih baik kubuang saja indonesia ini ke peti mati , ke peti tempai ksatria -ksatria penghianat itu bersemayam …. cukuplah ini saja , karena kawan-kawan ku sedang menunggu di burger depan pertamina, biasa… sambil menikmati keindahan indonesia di waktu malam …. indonesia yang makin kelam ..
salam dariku duhai teman , manusia bodoh yang berpikiran dangkal …. karena akalnya baru sejengkal .

20 08 2008
alex®

Sebenarnya kalau player-nya diklik di ujung kirinya, akan terbuka jendela/tab baru ke layanan boomp3.com. Jadinya langsung ke tempat lagu ini sendiri :)

Di BooMp3 itu, kalau didonlod jadinya tanpa ekstensi .mp3, jadi aman kalau diblokir file .mp3di router. Nanti kalau sudah selesai donlod, tinggal rename dan tambah ekstensi “.mp3″ saja.

Maaf, lupa kasih tau band lama yang satu ini. Soalnya rilis yang dikeluarkan sedikit sekali. Lebih banyak Efek Rumah Kaca, malah :(

Tentang kemerdekaan kemarin itu… well… jadi “picik” sajalah mungkin ya, Bal? Memulai dari level desa masing-masing, mungkin. Atau dari memerdekaan hidup sendiri pada ketergantungan harian dari orang tua, nafsu berbelanja, etc…

*sedang mencoba “merdeka” dari rokok ini… tapi masih pesimis* :mrgreen:

29 08 2008
oky de la rocha

halo brotha ini alex aceh yang di MP ya ? Dunia maya emang sempit banget ya he..he.. Pemilik gapura itu adalah seorang Badjingan“. ;) thanks udah nge-linkGapura gwa ;)

29 08 2008
Mr.El-Adani

## Muda bentara ##

wowww …. si anak negeri sedang perpuisi ria , ia bangga akan indonesianya akan tetapi indonesia itu tak seperti yang ia sangka , karena hanya menjadi tubuh yang berkalang duka , apakah ini indonesiamu ? ataukah indonesiaku tentunya indonesia ini tak hanya milikku atau juga milikmu, melainkan milik ketidak senangan ku akan luka pilu itu .

TIdak juga kawan, bukan golongan yang terlalu suka dengan puisi, sajak barang kali ia, saya bukan bigot nasionalis, tapi juga bukan dalam deretan orang orang yang skeptis tentang masa depan bangsa ini, bangsa ini biarpun berkalang duka, penuh borok dekil para penjilat dan sekarut perbuatan nista lainnya tetaplah bangsa di mana kita sekarang belajar, cari makan, dan tidak sedikit juga yang mengantungkan cita cita di negeri yang berkalang duka ini.

Bangsa ini akan tetap jadi milikku meski semua polah para penguasa tidak pernah berpihak pada anak negeri, namun demikian, bangsa ini adalah bangsa di mana Emak saya, Ayah saya, Nyak Wa saya menetap, atau barangkali ada Emak emak lain yang juga masih punya harapan dan masih setia untuk tinggal di negeri yang berkalang duka ini, bisa jadi dalam hati dan benak mereka hanya ada satu kata, Selamatkan!

Ah menarik sepertinya melihat kembali lirik dari Karbala Bukan Fatamorgana di atas :) )

Jika sengaja kau abaikan,
Duduklah diam! Duduklah diam!
Kau pikir Allah akan mengubahmu?!
Dan surga sudah menunggumu di sana?!
Duduklah diam!
Karena bukan kau yang pertama begini!
Duduklah diam!
Karena engkau tahu kau tak sedang lapar!

Aku tak peduli apa yang akan dikatakan dunia
Tapi aku khawatir
Bila bahtera benar-benar karam
Apa yang akan dunia lakukan terhadapmu?!
Masih ada sedikit waktu,
Selamatkan!

## Alex ##
O bisa gitu ya Bro? baru tau juga kalau bisa gitu caranya, tidak kenal dengan Myspace saya :D

Tentang kemerdekaan kemarin itu… well… jadi “picik” sajalah mungkin ya, Bal? Memulai dari level desa masing-masing, mungkin. Atau dari memerdekaan hidup sendiri pada ketergantungan harian dari orang tua, nafsu berbelanja, etc…

barangkali memang harus iya, merdeka dalam arti yang sebenarnya (apa maksudny ya?), tidak jadi beban orang lain, tidak jadi masalah bagi orang lain, kita merdeka dan orang pun harus merasa merdeka jika bersama kita, juga merdeka dari nafsu belanja -ketahuan ini yang komen doyan belanja wakakak :) )- dan tidak jadi budak pasar ya Bro!

*sedang mencoba “merdeka” dari rokok ini… tapi masih pesimis* :mrgreen:

Dulunya saya sempat pesimis juga dengan yang ini, tapi tanpa sadar sekarang udah masuk tahun ke empat Bro…

Ternyata saya bisa….

## Oky de la rocha ##
Ho ho :d dunia maya memang teramat sempit, tapi kawan, saya bukan Alex yang Anda maksud, boleh jadi saya kenal atau familiar dengan Alex aceh yang “itu”, konon katanya Alex yang satu “itu” juga penggemar Z-(apa J ya?)-ack de la rocha.

Jadi ini pemilik Gapura itu toh? salam kenal aja yaaah :)

29 08 2008
alex®

@ Oky de la Rocha

Lho?! Ada Oky di sini? :shock:
Buset, lama sudah kita tidak ketemu *halahhh…*

Iya, alex yang dulu pernah lama di MP :D

*minggat ke tempat oky*

2 09 2008
fickry

jadi inget masa-masa dulu..berkontemplasi dg goresan-goresan puisi yg kini teronggok di buku harian usangku.

ugh..saya kangen itu.

4 09 2008
yakhanu

pusisi yang keren, :)

salam persatuan :)

saya link blog nya…
mohon ijin mas…

24 09 2008
zelva

Ingin tau lebih tentang Karbala bukan fatamorgana. dan beberapa trek lain dari mereka, silahkan longok:
http://www.myspace.com/karbalabukanfatamorgana

thx 4 appreciate.

27 09 2008
Mr.El-Adani

makasih kawan, kemaren saya udah unduh juga dari halaman yang mas kasih, dapat link dari senior saya …. sugoi ne…

nice to know you :D

21 12 2008
alley

ngeri that lagoe coment2 jieh..koen level loen..loen mantong bangai that2 maslah tanah2 air ato kemerdekaan..maklum mantong TK.kekek

15 04 2009
rebelzine

Nitip ya mas..

Karbala bukan fatamorgana., duo eksperimental rap asal Jakarta baru merilis ulang limited T-shirt mereka. Desain bisa dilihat di myspace Kbf.

Size: M/L/XL
Colour: Black
Price: Rp 65.000

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan dan lain sebagainya, silahkan hubungi Zelva di 0856 9207 3535. Atau log-on ke http://www.myspace.com/karbalabukanfatamorgana

Stok terbatas!

:)

15 04 2009
Mr.El-Adani

wadu :shock:

iya iyaa …. *keheranan*

Leave a comment