<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mahasiswa Turun ke Jalan Salah Siapa?</title>
	<atom:link href="http://catatanpengganti.wordpress.com/2008/07/18/mahasiswa-turun-ke-jalan-salah-siapa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://catatanpengganti.wordpress.com/2008/07/18/mahasiswa-turun-ke-jalan-salah-siapa/</link>
	<description>Maklumat angkasa pada langit dan bumi tak bertuan!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Jan 2010 17:14:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Mr.El-Adani</title>
		<link>http://catatanpengganti.wordpress.com/2008/07/18/mahasiswa-turun-ke-jalan-salah-siapa/#comment-93</link>
		<dc:creator>Mr.El-Adani</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 11:03:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanpengganti.wordpress.com/?p=21#comment-93</guid>
		<description>Tak apa juga nyasar sekali kali :D salam kenal juga</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tak apa juga nyasar sekali kali <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  salam kenal juga</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dhianofie</title>
		<link>http://catatanpengganti.wordpress.com/2008/07/18/mahasiswa-turun-ke-jalan-salah-siapa/#comment-92</link>
		<dc:creator>dhianofie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 06:41:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanpengganti.wordpress.com/?p=21#comment-92</guid>
		<description>duCh nyasar....
salam kenal aja</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duCh nyasar&#8230;.<br />
salam kenal aja</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mr.El-Adani</title>
		<link>http://catatanpengganti.wordpress.com/2008/07/18/mahasiswa-turun-ke-jalan-salah-siapa/#comment-74</link>
		<dc:creator>Mr.El-Adani</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 05:21:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanpengganti.wordpress.com/?p=21#comment-74</guid>
		<description># aRuL
untuk menyatukan dua kubu yang berbeda takan bisa hanya bermodalkan ke saling pahaman, kadang kekerasan adakalaya perlu untuk di utarakan, dari pada hilang berkalang tanah, lebih baik mati tapi berkalang tinta sejarah (itupun kalau yang buat sejarah tidak ada kongkalikong dengan sunjek sejarah). Solusi terakhir adalah anarki, bagi yang tidak setuju boleh saha dihilangkan dari pentas demokrasi, toh semua juga berasal dari satu orientasi yang tidak jauh berbeda bukan :))

# menggugat mualaf
tidak jatuh dalam lubang yang sama tentunya

# ressay
menghadapi tiran tidak boleh dengan tangan terbuka kawan, karena kepalan tangan pun tak jarang tidak berbekas sama mereka para tiran, cibiran itu hanya akan berhadapan dengan kepalan atau bahkan dengan moncong senjata sekalian *puas saya :D*

# lainsiji
&lt;blockquote cite=&quot;&quot;&gt;
Sesuatu hal yang juga perlu diingat, sekali lagi ini hanya sekedar mengingatkan, bahwa niat yang baik tanpa didukung strategi yang jelas tidak akan menyentuh tujuan. Tidak akan!
&lt;/blockquote&gt;
tak apalah Mas, kalau memang itu benar, saya tidak keberatan di ingatkan, supaya tidak jatuh kelubang yang sama dua kali, iya kan ; )

# dana
belajar sampai......tuaaaaaa :D makasih Mas Bro</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p># aRuL<br />
untuk menyatukan dua kubu yang berbeda takan bisa hanya bermodalkan ke saling pahaman, kadang kekerasan adakalaya perlu untuk di utarakan, dari pada hilang berkalang tanah, lebih baik mati tapi berkalang tinta sejarah (itupun kalau yang buat sejarah tidak ada kongkalikong dengan sunjek sejarah). Solusi terakhir adalah anarki, bagi yang tidak setuju boleh saha dihilangkan dari pentas demokrasi, toh semua juga berasal dari satu orientasi yang tidak jauh berbeda bukan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p># menggugat mualaf<br />
tidak jatuh dalam lubang yang sama tentunya</p>
<p># ressay<br />
menghadapi tiran tidak boleh dengan tangan terbuka kawan, karena kepalan tangan pun tak jarang tidak berbekas sama mereka para tiran, cibiran itu hanya akan berhadapan dengan kepalan atau bahkan dengan moncong senjata sekalian *puas saya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> *</p>
<p># lainsiji</p>
<blockquote cite=""><p>
Sesuatu hal yang juga perlu diingat, sekali lagi ini hanya sekedar mengingatkan, bahwa niat yang baik tanpa didukung strategi yang jelas tidak akan menyentuh tujuan. Tidak akan!
</p></blockquote>
<p>tak apalah Mas, kalau memang itu benar, saya tidak keberatan di ingatkan, supaya tidak jatuh kelubang yang sama dua kali, iya kan ; )</p>
<p># dana<br />
belajar sampai&#8230;&#8230;tuaaaaaa <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  makasih Mas Bro</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dana</title>
		<link>http://catatanpengganti.wordpress.com/2008/07/18/mahasiswa-turun-ke-jalan-salah-siapa/#comment-73</link>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 12:58:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanpengganti.wordpress.com/?p=21#comment-73</guid>
		<description>Mari belajar terus, tanpa kenal lelah. :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mari belajar terus, tanpa kenal lelah. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lainsiji</title>
		<link>http://catatanpengganti.wordpress.com/2008/07/18/mahasiswa-turun-ke-jalan-salah-siapa/#comment-72</link>
		<dc:creator>lainsiji</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 15:19:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanpengganti.wordpress.com/?p=21#comment-72</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;tapi setidaknya Mahasiswa juga masih dalam katagori homosapiens yang tak luput dari kesalahan, bukan maksud mencari alasan atau apa namanya!&lt;/blockquote&gt;

:) dya, kalau sudah pakai kalimat ini, semua juga mahfum
&lt;del&gt; yang ndak bisa dimengerti adalah bagian kenapa kesalahan yang sama masih terus dan tersu berulang &lt;/del&gt;

Benar, kita masih belajar dalam menerjemahkan demokrasi, belajar menjadi pemimpin, karena tidak seperti zaman pergerakan dan perjuangan kemerdekaan dahulu, dimana jiwa dan mental pemimpin di bentuk oleh keadaan dan cita-cita murni yang begitu besar dan terlihat didepan mata: Menjadi pemimpin di negeri sendiri.
Tapi tidak di era berikutnya, dimana tidak ada kontiniti didalam mengembangkan bibit pemimpin masa depan, yang ada adalah upaya mempertahankan kekuasaan lebih lama, tujuan menjadi lebih inklusif dan terbatas dalam lingkaran kecil )diri, keluarga, teman dan kolega).

Sesuatu hal yang juga perlu diingat, sekali lagi ini hanya sekedar mengingatkan, bahwa niat yang baik tanpa didukung strategi yang jelas tidak akan menyentuh tujuan. Tidak akan!

To err is human, berbuat salah adalah manusiawi tapi seperti juga kata pepatah, keledai pun tak mau jatuh ke lubang yang sama &lt;strong&gt;dua kali &lt;/strong&gt; 
*dua kali lho.. lha kalau jatuh berkali2.. mungkin namanya apes ya :lol: *

Tetap semangat, saudaraku.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>tapi setidaknya Mahasiswa juga masih dalam katagori homosapiens yang tak luput dari kesalahan, bukan maksud mencari alasan atau apa namanya!</p></blockquote>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  dya, kalau sudah pakai kalimat ini, semua juga mahfum<br />
<del> yang ndak bisa dimengerti adalah bagian kenapa kesalahan yang sama masih terus dan tersu berulang </del></p>
<p>Benar, kita masih belajar dalam menerjemahkan demokrasi, belajar menjadi pemimpin, karena tidak seperti zaman pergerakan dan perjuangan kemerdekaan dahulu, dimana jiwa dan mental pemimpin di bentuk oleh keadaan dan cita-cita murni yang begitu besar dan terlihat didepan mata: Menjadi pemimpin di negeri sendiri.<br />
Tapi tidak di era berikutnya, dimana tidak ada kontiniti didalam mengembangkan bibit pemimpin masa depan, yang ada adalah upaya mempertahankan kekuasaan lebih lama, tujuan menjadi lebih inklusif dan terbatas dalam lingkaran kecil )diri, keluarga, teman dan kolega).</p>
<p>Sesuatu hal yang juga perlu diingat, sekali lagi ini hanya sekedar mengingatkan, bahwa niat yang baik tanpa didukung strategi yang jelas tidak akan menyentuh tujuan. Tidak akan!</p>
<p>To err is human, berbuat salah adalah manusiawi tapi seperti juga kata pepatah, keledai pun tak mau jatuh ke lubang yang sama <strong>dua kali </strong><br />
*dua kali lho.. lha kalau jatuh berkali2.. mungkin namanya apes ya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  *</p>
<p>Tetap semangat, saudaraku.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ressay</title>
		<link>http://catatanpengganti.wordpress.com/2008/07/18/mahasiswa-turun-ke-jalan-salah-siapa/#comment-71</link>
		<dc:creator>ressay</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 13:18:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanpengganti.wordpress.com/?p=21#comment-71</guid>
		<description>Tangan tidak boleh selamanya terkepal. Ada kalanya tangan harus terbuka sehingga bisa melakukan banyak pekerjaan sosial.

Indonesia telah memiliki bertumpuk-tumpuk pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Ya...kita semua.

Pantang Hina...dihadapan tiran, baik tiran agama maupun tiran politik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tangan tidak boleh selamanya terkepal. Ada kalanya tangan harus terbuka sehingga bisa melakukan banyak pekerjaan sosial.</p>
<p>Indonesia telah memiliki bertumpuk-tumpuk pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Ya&#8230;kita semua.</p>
<p>Pantang Hina&#8230;dihadapan tiran, baik tiran agama maupun tiran politik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Menggugat Mualaf</title>
		<link>http://catatanpengganti.wordpress.com/2008/07/18/mahasiswa-turun-ke-jalan-salah-siapa/#comment-69</link>
		<dc:creator>Menggugat Mualaf</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 10:05:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanpengganti.wordpress.com/?p=21#comment-69</guid>
		<description>hehehe, makasih..
saya tetap mendukung anak muda indonesia, dalam pembelajarannya semoga selalu terkayakan yaa.. 
katanya kalau tidak pernah salah, tentu tidak pernah sadar.. walau juga jangan betah dalam salah.. hehehe..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehehe, makasih..<br />
saya tetap mendukung anak muda indonesia, dalam pembelajarannya semoga selalu terkayakan yaa..<br />
katanya kalau tidak pernah salah, tentu tidak pernah sadar.. walau juga jangan betah dalam salah.. hehehe..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aRuL</title>
		<link>http://catatanpengganti.wordpress.com/2008/07/18/mahasiswa-turun-ke-jalan-salah-siapa/#comment-68</link>
		<dc:creator>aRuL</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 09:55:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanpengganti.wordpress.com/?p=21#comment-68</guid>
		<description>Kita belum dewasa dalam berdemokrasi, pemerintah terlalu takut ketika dia didemo padahal itu bagian dari demokrasi, seandainya pemerintah sadar itu, tidak kan terjadi tindak anarki.
Demikian mahasiswa juga, belum terlihat dewasa dalam berdemokrasi, masing2 terlihat egonya ingin dilihat dalam berdemo sehingga anarki terjadi.
Seandainya semua dewasa dalam berdemokrasi, saling memberikan saran dan kritik dalam membangun, pasti tercipta masyarakat yang makmur.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kita belum dewasa dalam berdemokrasi, pemerintah terlalu takut ketika dia didemo padahal itu bagian dari demokrasi, seandainya pemerintah sadar itu, tidak kan terjadi tindak anarki.<br />
Demikian mahasiswa juga, belum terlihat dewasa dalam berdemokrasi, masing2 terlihat egonya ingin dilihat dalam berdemo sehingga anarki terjadi.<br />
Seandainya semua dewasa dalam berdemokrasi, saling memberikan saran dan kritik dalam membangun, pasti tercipta masyarakat yang makmur.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mr.El-Adani</title>
		<link>http://catatanpengganti.wordpress.com/2008/07/18/mahasiswa-turun-ke-jalan-salah-siapa/#comment-67</link>
		<dc:creator>Mr.El-Adani</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 09:34:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://catatanpengganti.wordpress.com/?p=21#comment-67</guid>
		<description>Mahasiswa, tapi tetap berada dalam barisan terdepan kan di negeri ini? :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mahasiswa, tapi tetap berada dalam barisan terdepan kan di negeri ini? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
