Tulisan sebagai syarat keberadaanku!

7 06 2008

Tidak berminat dengan pemberitaan masalah tragedi monas, tidak juga dengan isu pembubaran FPI, juga tentang seribu satu alasan konspirasi yang mengatas namakan kepentingan satu pihak atau pihak tertentu, di tulisan kali ini, saya hanya akan menulis dan menulis apa saja yang melintas di dalam benak dan otak kecil ku ini, tidak ada intervensi dari siapa pun, karena saya tidak tergolong dalam deretan orang-orang tenar dalam jagad blogosphere, tidak juga penulis ulung, tapi ada rasa yang hilang ketika saya berhenti menulis.

Lebih banyak menghabis kan waktu sendiri akhir akhir ini, menikmati kesendirian, menikmati aroma pisang bakar dan ceramah singkat dengan Wak Man, Wak yang sudah begitu lama singgah di planet yang konon katanya bukan tempat nya jenis homo sapiens seperti kita ini.

Seperti kata salah satu pemateri pada acara yang di adakan oleh segenap orang yang mengatasnamakan pencinta lingkungan, pemerhati  dan pelindung alam semesta.

Manusia hanyalah makhluk asing di bumi ini, suatu tempat yang tidak di huni manusia pasti akan lebih indah dari pada tempat di mana manusia tinggal.

Inti dari semua maslah yang ada di atas planet ini adalah pada satu alasan KEBERADAAN MANUSIA DI PLANET INI

Cukup beralasan bukan? saya tidak perlu menceritakan semua ulah tangan kita terhadap planet ini, karena memang itu saya anggap tidak perlu.


Actions

Information

14 responses

8 06 2008
alex®

Hohoho….

Tertarik dengan Heidegger atau Albert Camus? Tertarik dengan eksistensialisme, Bal? :P

Ya. Planet bumi ini kan berputar di seputaran keberadaan manusia.

Itu sebabnya Ali Shariati jadi menarik, karena paham eksistensialis begitu bisa diramunya dengan corak Islam :)

Betewe, Chairil Anwar juga seorang eksistensialis lho itu :mrgreen:

*****Mr.El-Adani*****

Heidegger tentu berbeda dengan Ali Shariati dalam hal eksistensialisme kan Bro! alasan inikah yang menjadikan senoir ku yang satu ini betul betul jadi fans-nya Ali Shariati? Dengan konsep merdeka berfikir dalam ramuan konsep islam yang tidak monoton, bahkan sekali kali terbilang modern?

Saya pernah berpikir, bagaiaman keadaan Bumi ini jika sekiranya tak ada jenis Homo sapiens seperkita saya ini?

Chairil juga eksistensialis ? :shock: sok kaget!

8 06 2008
alex®

tapi ada rasa yang hilang ketika saya berhenti menulis

Bagus! Piara terus perasaan begitu. Kalo perasan keilangan “sesuatu” karena ndak menulis itu lenyap, aku ragu bahwa intelektualitas manusia akan punya arti sendiri-sendiri…

Jangankan di pustaka, di museum sejarah pun ndak pantas dapat tempat :)

*****Mr.El-Adani*****
Menulis adalah bekerja untuk keabadian, seperti itu kalau saya tidak salah ingat :d

8 06 2008
alex®

Ya… sesekali pun tidak ada salahnya saya merasa kehilangan sesuatu kalo ndak hetriks di sini… :lol:

*****Mr.El-Adani*****
Sepertinya Anda orang pertama yang dapat gelar hetriks di “lapangan” ini :D

9 06 2008
Alex Abdillah

aSS.

KEBERADAAN MANUSIA DI PLANET INI to Pengabdian pada-NYA

Salam kenal kawan, thanks atas komen di blog ku
sy link ya

*****Mr.El-Adani*****

Pengamdian tak harus di jelmakan dengan penebangan pohon dengan sistem tebang pilih bukan :lol:

Salam kenal juga, sila sila…

10 06 2008
coretanpinggir

Coretan sebagai syarat keberadaanku :) alah gak nyambung .. :)

Yah manusia, terlalu banyak pertanyaan untuk makhluk yg satu ini aku berharap satu-satu akan ditemukan jawabannya. Jadi tetaplah menulis, untuk mencari jawaban itu.

Salam dari pinggiran

*****Mr.El-Adani*****

Coretan tak bisa di sepele kan loh kawan, hanya dengan dengan coretan kan kita masih mengenal orang yang telah lama hilang dalam perederan bumi, tenang Bro, selalu ada “sambungan” untuk yang satu ini.

Coretan juga untuk mencari jawaban, pada saat bicara sudah tidak ada artinya, dan setiap pertanyaan tidak bisa di jawab kecuali dengan moncong pena, bukan moncong senapan :D

Salam juga

10 06 2008
amrinz

Seseorang menulis, aku berpikir maka aku ada.
Kalau bal, aku mencoret maka aku ada.

Mmmh, …. x?#!987^5543! bingung!

*****Mr.El-Adani*****

kalau Ibal menulis cuma sebagai catatan pengganti aja kok Mas :) juga harus melalui proses berpikir juga kan Mas!

Mmmh, …. x?#!987^5543! bingung!

Sama Mas, saya juga bingung itu apa artinya?

10 06 2008
petak

dia bilang,
dia tulis maka dia ada :)

*****Mr.El-Adani*****

ternyata menulis memang pekerjaan untuk keabadian ya Mas, kalau tidak menulis, tak layak di masukin ke museum kan Mas, macam kata seniior ku di atas

11 06 2008
zoel chaniago

aku hanya ingin menulis semua ungkapan isi hatiku,,, >> judul blog saya :D

17 06 2008
Rush-2-Chisty

manusia……..

22 06 2008
yakhanu

tulisan emang penting mas,
jaman pra prasejarah berubah jadi jaman sejarah di tandai dgn adanya tulisan
hehehehe…

salam kenal
makasih udah berkunjung ke rumah saya…

27 06 2008
lainsiji

Tulisan sebagai syarat keberadaan?
:mrgreen:

mungkin tergantung kepada keberadaan seperti apa yang anda harapkan.

diingat oleh penduduk bumi, sepertinya membuat bom nuklir mini yang bisa diselipkan dalam bungkus coklat, bisa memastikan itu

diingat oleh penduduk Indonesia, persiapkan kantong dan mentalmu untuk bersikut ria dalam pemilu, jadi presidendan dipastikan namamu akan masuk dalam hapalan pelajaran sejarah di sekolah.

diingat oleh lingkungan, membuat pembangkit listrik tenaga air sebagai alternatip terhadap kota lilinpolitan, cukup memastikan itu.

diingat oleh keluarga,… hehehe… anda ngompol atau kelelep di comberan sudah cukup untuk membuat saudara2mu mengejekmu habis2an mengingatmu sepanjang ingatan mereka

jadi.. ga harus tulisan juga kan, intinya itu bukan syarat, hanya cara
:mrgreen:

anw kalo….

tidak juga penulis ulung, tapi ada rasa yang hilang ketika saya berhenti menulis.

anda positip kecanduan ngeblog :lol:

9 07 2008
ghaniarasyid™

:D *cuma senyum lebar*

- – -
Making my way downtown. Walking fast. Faces pass. And I’m home bound…

16 07 2008
Mr.El-Adani

@ Zoel chaniago

isi kepala (maksud na ide) juga layak kok mas untuk di tulis :D

@Rush-2-Chisty

konon katanya ini makhluk paling komplek yang pernah ada, benarkah???

@lainsiji

Tulisan sebagai syarat keberadaan?
:mrgreen:

itu betul Mas :D

mungkin tergantung kepada keberadaan seperti apa yang anda harapkan.

saya tidak banyak berharap kok Mas, setidaknya kalau saya mati, tidak hanya menyisakan tiga kalimat di atas nisan kuburan, nama anu bin anu, lahir tanggal sekian dan meninggal tanggal sekian. Tapi di sini, setidak nya di ranah blogosfir ini jejak saya ada, walau tidak banyak berbekas (hayeee that bahsa jieh)

diingat oleh penduduk bumi, sepertinya membuat bom nuklir mini yang bisa diselipkan dalam bungkus coklat, bisa memastikan itu

ide bagus itu Mas :) )

diingat oleh penduduk Indonesia, persiapkan kantong dan mentalmu untuk bersikut ria dalam pemilu, jadi presiden dan dipastikan namamu akan masuk dalam hapalan pelajaran sejarah di sekolah.

Belum ada minat mas untuk ke arah situ. Masalah nya kantong masih belum siap betul wakakak :D

diingat oleh lingkungan, membuat pembangkit listrik tenaga air sebagai alternatip terhadap kota lilinpolitan, cukup memastikan itu.

lilinpolitan? bisa aja ni Mas, jadi malu saya. Udah lama sih pingin keluar dari jeratan lilinpolitan, tapi keburu ke sandung ke lolalipop (maksud na?)

diingat oleh keluarga,… hehehe… anda ngompol atau kelelep di comberan sudah cukup untuk membuat saudara2mu mengejekmu habis2an mengingatmu sepanjang ingatan mereka.

kalau yang ini saya tidak keberatan, karena banyak yang sudah jadi korban ejekan kawan or saudara.

jadi.. ga harus tulisan juga kan, intinya itu bukan syarat, hanya cara
:mrgreen:

bisa di pertimbangkan, tapi bagi saya tetap saja syarat, bayangkan kalau semua kisah kisah yang Mas paparkan tadi tidak ada yang menulisnya, bahkan tidak akan pernah ada yang tahu kalau dulu di satu masa, konon katanya ada satu orang uang ngompol dan jatuh ke comberan, lantas selang beberapa saat langsung Presiden.

anw kalo….

tidak juga penulis ulung, tapi ada rasa yang hilang ketika saya berhenti menulis.

anda positip kecanduan ngeblog :lol:

candu kalau bandwidht nya melimpah ha ha

@ ghaniarasyid

lagi senang ya Mas, tidak lagi hiatus kan?

18 07 2008
Menggugat Mualaf

maka mengapa takut menuliskan gagasan dan pikiran kita? kalau itulah diri kita sendiri? tanpa pernah menuliskan atau mengemukakannya, kita bahkan tidak tahu siapa kita. ya kan?

ayo, terus menulis.. :)

Leave a comment