Kenapa Saya Ngeblog?

21 12 2009

Awalnya begini, saya punya blog sudah hampir kurang lebih 4 tahun kalau saya tidak salah, niat awal ngeblog cuma sekedar ingin menulis apa yang lewat dalam pikiran saya, tempo hari itu, di tempat saya belajar, ada yang namanya Alex Cobain, dia punya blog ada di halaman tintamerah.blogspot.com. Tulisan-tulisan di situ waktu itu, cara dia menyampaikan apa yang ada di pikirannya itu, cara dia menulis, dan semua aktivitasnya dalam dunia blogging, jadi pemicu saya untuk ngeblog.

Waktu itu, ada semacam tren, ngeblog dikalangan kawan-kawan saya, dan beberapa senior juga tidak ketinggalan untuk ngeblog. Tidak tahu apakah itu hanya sekedar tren sesaat, atau memang betul-betul hasrat ingin menulis apa saja tentang ide-ide, gagasan, sekedar pendapat, caci maki sosial, puisi, dan sebagainya.

Dan sejalan dengan waktu, ada sebagian yang hilang, sebagian ganti alamat dengan alasannya sendiri, sebagian ganti kulit, dan sebagian ingin menjadi se-anonimos mungkin. Itu semua hak yang punya blog.

Blog pertama saya di blogspot, atas saran seorang senior yang tidak ingin disebutkan namanya, saya coba di wordpress, ternyata sarannya benar adanya, di sini lebih interaktif, diskusinya aktif kalau dibandingkan dengan yang lama, padahal sama saja, bedanya, kalau di sini saya lebih sering blogwalking, komen di blog saudara blogger, jadi ada semacam hubungan interaktif yang timbal balik.

Kalau dulu, lingkungan aktifitas blogging hanya sekedar beberapa blog teman yang saya kenal, pernah jumpa, sering diskusi di dunia nyata, kemudian berlanjut di dunia maya. Tapi sekarang keadaan berubah dan sama sekali berbeda, dari halaman blog senior yang tidak ingin disebutkan namanya, dan blog senior yang udah kadung tenar di dunia blogging, saya coba lihat satu persatu list teman yang ada di dua laman blog senior tadi, sejak itulah aktivitas blogging saya tidak sekedar dengan kawan-kawan yang selama ini saya kenal, tapi juga dengan saudara-saudara bloggers yang bahkan tidak pernah saya berjumpa dengan mereka.

Dari situ saya mulai bertanya, aktivitas blogging yang selama ini saya lakukan, menulis, memberikan komentar, sampai akhirnya saya sampai pada satu pertanyaan, kenapa saya ngeblog?

Seharusnya pertanyaan ini sudah saya jawab jauh-jauh hari, ketika saya memutuskan ngeblog untuk pertama kali, tidak sekedar tren sesaat, bukan hanya ikut-ikutan, tapi mesti ada alasan yang kuat yang bisa meyakinkan saya kalau ngeblog itu perlu, ada manfaat, asik dan sejumlah alasan-alasan lain yang mengarah pada jawaban kenapa saya ngeblog?

Mungkin sekarang saya harus berpikir ulang, tentang blog ini, tentang niat saya kenapa harus ngeblog, dan kenapa saya harus ngeblog, agar kegiatan blogging ini tidak hanya sekedar tren sesaat, atau hanya sekedar ikut-ikutan karena kaget tiba-tiba ada seminar yang mengkampanyekan AYO NGEBLOG! Atau ajakan-ajakan lainnya, mungkin juga saya harus menghargai setiap keputusan dari setiap individu tentang kenapa mereka memulai ngeblog, kenapa mereka memutuskan untuk hiatus sementara, atau bahkan mereka yang mengambil sikap untuk berhenti ngeblog.

Semua punya alasan kenapa mereka ngeblog, apakah itu hanya sebagai tempat berbagi ilmu, wawasan dan pengalam, atau hanya sekedar tempat mencari sesuap nasi dengan AdSense-nya, semua itu hak saudara-saudara.

Sekarang waktu saya untuk kembali merenung, berpikir ulang, menelaah kembali, menyusun strategi, dan melakukan pencarian makna yang melelahkan ini tentang … KENAPA SAYA NGEBLOG? :P

*Melarikan diri ke gunung…*





Pagi Pukul Enam

10 12 2009

Seperti biasa, pagi selalu menyimpan keunikan

Setiap pagi, selalu berbeda…

Semua kemunafikan, sudah dipermalukan malam

Sang fajar hadir, menyemai benih baru..

Terinspirasi dari sini





Liza-Kuthidhieng

15 11 2009

liza-kuthidhieng

Kuthidhieng, entah apa artinya ini, sejak pertama mendengar salah satu lagu yang dinyanyikan oleh Liza, salah satu mahasiwa FKIP di salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh, saya sudah langsung penasaran dengan liriknya, disamping alunan musik yang kentara tradisional, lagu yang dibawakan oleh Liza yang pernah bergabung dengan salah satu sanggar seni ini, juga menggunakan instrument modern, tidak salah kalau sejak pertama didengar, lagu ini jadi satu dari sekian kecil lagu Aceh yang saya kagumi.

Disamping iramanya, ada satu hal menarik dari lagu ini, yakni lirik-lirik yang dibawakan oleh dara Aceh kelahiran 1986 ini sangat kentara aroma mejisnya, dari sekian banyak lirik yang diucapkan, hanya ada beberapa bagian kecil  kalimat yang saya ngerti, selebihnya, adalah nihil, barangkali saya tergolong dari sebagian generasi muda yang melupakan sejarah, terutama sekali sejarah bahasa indatu mereka.

Rasa penasaran saya juga yang membawa saya pada Paman Gu, saya penasaran dengan lirik dan video clip lagu ini, dan hasilnya …… benar saja, dalam setiap jengkal liriknya, aroma magic tidak bisa dilepaskan.

Dibeberapa daerah Aceh, apalagi di pedalaman daerah Aceh, ilmu bela diri dengan menggunakan doa-doa yang diucap komat kamit bukan barang mustahil, dalam ucapan-ucapan yang dilafalkan itu, tidak jarang ada kalimat-kalimat yang entah dari bahasa apa adanya, sebagian ada dari bahasa daerah pedalaman, seperti dalam lirik lagu ini, ada juga beberapa kalimat yang dijadikan perumpamaan, ilmu bela diri klasik ini, tidak bisa dibilang isapan jempol belaka, bagi sebagian orang, fenomena ini, menjurus sirik, dan bagi sebagian orang, ini fenomena yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah, kecuali bagi mereka yang melihat kejadian ini dengan mata kepala sendiri.

Seperti ada penyatuan raga dengan kekuatan semesta disini, kurang lebih hampir sama dengan konsep wihdatul wujud-nya Hallaj, kalau kembali ke sejarah masa lalu, di Aceh, Hamzah Fansuri menjadi ulama yang meyakini konsep wihdatul wujud ini, sejarah tentang Hamzah Fansuri dan pertikaian dengan Nurruddin Arraniry, konon katanya tidak terlepas dari intrik politik pada masa itu.

Di akhir klip, saya diingatkan pada sosok Rumi, dengan tarian khasnya, setidaknya, dengan adanya lagu ini, saya bisa kembali ingat tentang sejarah, dan tentang sedikitnya pemahaman saya tentang daerah yang saya tinggali sekarang.

Tentu setiap daerah punya ciri khas masing-masing, itu pula yang membuat Negara ini, menjadi salah satu Negara yang paling banyak kekayaan budayanya, maka tidak heran kalau banyak tetangga kita yang tidak senang melihat rumput kita punya lebih hijau dari yang mereka punya, ah semoga ungkapan ini tidak berlebihan.

Sampai sekarang, maksud dari Kuthidieng masih jadi pekerjaan rumah buat saya…, berikut cuplikan lagunya. Enjoy….!

Credit gambar

Forum Aceh

 





Petikan kalimat hari ini [0]

6 11 2009

Mereka tahu kalau mereka diciptakan bukan untuk main-main, mereka paham betul dengan tantangan yang mereka hadapi ke depan, satu hal yang mereka yakini, mereka punya musuh bersama, ini yang membuat mereka sangat menghargai waktu.

~ Kawan serumah ~





Apa kabar Pemuda?

27 10 2009

Selama darah muda ini masih terus bergejolak, kita pemuda, tidak akan pernah berhenti berjuang, sampai kapanpun, iya kawan-kawan, sampai kapanpun….

Pemuda itu tiang kebangkitan bangsa, kalau pemuda suatu bangsa berani, maka jangan takut dengan siapapun, karena siapapun akan gentar menghadapi bangsa yang pemudanya kuat seperti kita ini…

Begitukah?? Kita lihat saja, seberapa lama kalimat-kalimat seperti di atas akan tetap bertahan, terutama sekali bagi orang yang mengucapkannya.

Ah Pemuda, apa kabar hari ini???? Pekerjaan kita masih banyak, tampa perlu bicara penuh semangatpun, dunia akan tetap melihat, apa yang bisa dilakukan oleh pemuda.

Ini bukan sumpah pemuda, tapi kegelisahan seorang pemuda.

*Itung umur, apa masih muda ya???*





Rapuh

29 09 2009

rapuh

Waktu malam, gelap di bawah sinar bulan, menjajah siang, ditemani sinar matahari, dalam dada dan pikiran, semua kemauan dan keinginan, kebutuhan dan hanya sekedar keinginan, ternyata semua gejolak jiwa dan arus pikiran terlintas, tidak kokoh, hanya rapuh.

Hitam legap wajah dan hati, dalam setiap waktu yang terlewati, dengan cinta dan dengan nafsu angkara murka, dengan tetesan api yang sudah tidak lagi bisa menerangi lorong yang sempit, bahkan tidak ada satupun malam yang tersinari. Dengan percikan air tidak lagi mendinginkan, tidak pula menghidupkan, atawa menghancurkan.

Manusia, semua hasrat, mimpi, cita-cita, dan nafsu adalah rapuh dengan hadirnya dalam panggung semesta. Karena manusia hanya rapuh, jiwa, raga, pikiran, semuanya rapuh. Selayaknya tulang yang dimakan masa, keropos, manusiapun keropos dalam kemajemukannya, keberadaannya sebagai tanda bahwa dia adalah kerapuhan.

Pendiriannya mereka juga teramat rapuh, sulit benar memegang sikap, tingkah laku, sesekali ucapan yang keluar dari makhluk yang bernama manusia, tidak kokoh adanya, lemah selembut kapas, mudah berubah dan dinamis, karena manusia, sekali lagi adalah rapuh.

NB: Intropeksi akhir bulan

Credit gambar dari sini





Indonesia di tapal batas hati

16 08 2009

Baiklah, mengawali hari tanggal 17 Agustus kali ini, dengan rentetan kejadian yang kian lama kian tidak masuk akal saja di negeri tercinta ini, dari kasus-kasus yang tidak jelas penyelesaiannya, sampai kasus yang sengaja dilupakan.

Dari semua kejelekan yang pernah dicaciumpatkan untuk tanah bertuah ini, maka apapun itu, saya tetap bangga menjadi bagian dari tanah ini, karena saya besar dan hidup dari air ibu pertiwi ini, tidak alasan untuk menjelekkan ibu pertiwi sendiri, kalau tidak sekarang barangkali besok, atau pada kesempatan yang lain, tanah ini akan tetap bertuah.

Semua jasa pahlawan, akan saya coba kenang dan ingat-ingat kembali, mengulang kembali lembaran sejarah yang pernah diajarkan pada masa berseragam merah putih, kemudian beranjak biru putih, tidak pernah lagi mau tau tentang hari yang sangat disakralkan ini.

Bagi sebagian orang, hari ini adalah berkah, selain juga kebahagian bari anak-anak yang selalu menantikan meriahnya acara selebrasi ini, bagi mereka (anak-anak), tidak pernah mereka mau tau apa itu hakikata dari kemerdaan, yang penting mereka bisa menikmati setiap perayaan, dengan selaksa selebrasi dari beragam permainan, panjat pinang, dan seturusnya-seterusnya.

Namun bagi saya, hari ini adalah hari ini, hari kemerdakaan, hari dimana bangsa yang besar ini mendapatkan “kemerdekaannya” dari penjajah, apapun itu, saya tetap bangga menjadi anak Indonesia. Majulah Indonesiaku…





Sepak bola, sebuah pilihan dan perbedaan.

13 07 2009

Satu kesempatan, seorang senior pernah bercerita panjang lebar pada catatannya yang tidak kelar, saya juga tidak tahu pasti apa penyebab tulisan itu tidak kelar, dan hanya menyisakan label unfinished, tulisan yang menceritakan tentang pilihan hidup, pilihan terkadang memang harus menjadi satu prioritas, bahkan ketika kita memilih untuk berbeda sekalipun, tak pelak semua pilihan itu berangkat dari pikiran yang kadang terbilang matang, ada juga yang berawal dari ikut ikutan saja. Tapi mesti di syukuri, di antara semua yang memilih masih ada yang memilih setelah mereka paham dan tahu betul apa yang menjadi pilihan meraka, aktivitas memilah dengan pengumpulan data data yang bisa menjadi pijakan berfikir mereka. Tidak semua orang, mempunyai kerangka berpikir yang sama, karena setiap orang berangkat dari jalan berpikir yang sedikit unik, beda itu sendiri unik. Bahkan berbeda dalam mendefinisikan perbedaan itu sendiri. Tapi lagi lagi seperti kutipan tulisan salah seorang senior

ketidak-seragaman sejarah hidup, koordinat aktivitas hidup, bacaan, selera, pola pikir, keegoan… membentuk persepsi masing-masing. Warna-warni hidup, meski warna-warni yang berbeda itu sering tak seindah pelangi.

Tapi tetap saja dari semua koordinat perbedaan itu, masih ada garis singgung yang bisa di satukan, variabel-variabel acak yang kadang tidak pernah terpikirkan (atau barangkali saya tidak pernah kepikiran). Sepak Bola, yah untuk saat ini, barangkali ini alat yang paling ampuh untuk di jadikan alat penunda waktu untuk terus berselisih dalam, walapun kadang kadang ada juga bentrokan yang kecolongan, but well… beda akan terus berbeda, sampai kapanpun perbedaan itu akan tetap ada.

Ya, sampai kapanpun, beda adalah keharusan, akan lain ceritanya kalau kita berada dalam kesamaan yang membosankan, Tuhan telah bermurah hati menciptakan kita beragam dan berbeda, agar kita bisa merasakan suatu yang lain dari kebiasaan kita, saya tidak bisa membayangkan kalau sekiranya, semua bunga hanya punya satu warna, mestilah kita bosan melihatnya untuk waktu yang lama. Andaikan semua manusian berwajah sama, mestilah kita ketakutan, dan merasa heran, kenapa ada orang lain yang mirip dengan saya, kenapa ini dan kenapa itu??

Tapi, bandingkan dengan keragaman yang ada, tersirat makna dan keindahan disana. Beda adalah kabaikan, karena dengan beda, kita tahu siapa kita, dengan perbedaan kita masih bisa bergandengan tangan.

Dunia sepak bola membuktikannya, perbedaan team, bangsa dan negara, latar belakang geografis, cara mengolah bola, kesemua itu disatukan dalam satu teknik permainan yang indah dan elok dipandang mata.

.

.

.

Well! Sepak bola tidak sesederhana pemilihan umum untuk menentukan siapa calon pemimpin kedepan :D

*loh kok???*

*akhirnya draft ini tidak sekedar draft saja*

PS: Tautannya sudah tidak aktif lagi, yang punya blog udah pindah kesini :D





Heal The World

11 07 2009

Lirik lagu MJ yang satu ini saya suka, tak apalah kalau kali ini saya copy-paste lirik dan vidoe MJ.

There’s A Place In
Your Heart
And I Know That It Is Love
And This Place Could
Be Much
Brighter Than Tomorrow
And If You Really Try
You’ll Find There’s No Need
To Cry
In This Place You’ll Feel
There’s No Hurt Or Sorrow

There Are Ways
To Get There
If You Care Enough
For The Living
Make A Little Space
Make A Better Place…

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

If You Want To Know Why
There’s A Love That
Cannot Lie
Love Is Strong
It Only Cares For
Joyful Giving
If We Try
We Shall See
In This Bliss
We Cannot Feel
Fear Or Dread
We Stop Existing And
Start Living

Then It Feels That Always
Love’s Enough For
Us Growing
So Make A Better World
Make A Better World…

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

And The Dream We Were
Conceived In
Will Reveal A Joyful Face
And The World We
Once Believed In
Will Shine Again In Grace
Then Why Do We Keep
Strangling Life
Wound This Earth
Crucify Its Soul
Though It’s Plain To See
This World Is Heavenly
Be God’s Glow

We Could Fly So High
Let Our Spirits Never Die
In My Heart
I Feel You Are All
My Brothers
Create A World With
No Fear
Together We’ll Cry
Happy Tears
See The Nations Turn
Their Swords
Into Plowshares

We Could Really Get There
If You Cared Enough
For The Living
Make A Little Space
To Make A Better Place…

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me





Matikan!

20 06 2009

…Matikan siapapun yang menghalangi dirimu, termasuk dirimu sendiri…

Dan merekapun berlalu dalam kegetiran, kemenangan yang dipaksakan..

Dan Iblispun cengengesan…

Dan akupun kembali meratapi keadaan, menatap langit tak bertuan, kembali ke peraduan.