Mahasiswa Turun ke Jalan Salah Siapa?

18 07 2008

Status: draft yang sudah hampir aku lupakan, ingin posting akibat tanggapan dari postingan jejak kawan kawan yang masih bersedia meluangkan waktu hanya sekedar untuk mengomentari, menulis dan menuangkan segala bentuk ide yang ada dalam piliran mereka, walaupun kadang kadang setelah semua itu di keluarkan, mereka tidak kenal dengan bentuk yang sudah mereka telurkan itu,dan ternyata kefakiran berkata lain, fakir akan benwit, fakir akan kemauan, dan segudang kefakiran fakiran lainnya,

Lama tidak berhubungan tangan dengan internet, setelah sekian lama lari bersembunyi dalam ketidak pastian, terserah di bilang munafik, pengkhianat, atau sebutan sebutan lain yang bisa membuat orang lain senang, tapi saya tetap pada keputusan pertama untuk lebih baik menyendiri dari pada menyerah pada kemunafikan.

Maka, setelah sekian lama menyerah pada kemunafikan, tanpa ada palu dan arit di tangan, menunggu matahari juga ikut ikutan berkhianat pada tatapan mata saya, terhempaslah saya pada beberapa bloger yang khawatir tentang aktivitas mahasiswa dan kegiatan demo jalanan yang tak jarang di cibir oleh mereka para penjahat berdasi, duduk dalam ruangan aman dan sejuk.

Dari sederet bentuk kekecewaan yang di lampiaskan lewat ranah maya ini, bahkan memuncak pada stadium tingkat tinggi, menembus batas batas kewajaran manusia dalam emosi. Saya ambil contoh paparan senior tentang Anarki di RI, juga cap serdadu serdadu rakyat, tapi tidak bisa memimpin dengan baik, hanya jadi orang suruhan, bahkan kalau boleh saya berkata jujur, tak ubahnya seperti kerbau yang di cocok idungnya, bahkan serangan fajar yang di rencanakan tatkala malam menjelang pagi untuk menjalankan aksi yang terkadang tergolong anarkis dan tidak berjalan dengan semestinya.

Tak ayal, nasehatpun datang dari mereka yang masih peduli dengan surat tidak resmi barangkali, Teruntuk Adik Adik Mahasiswa, tapi terlepas dari itu semua, kawan! Jangan pernah melihat Mahasiswa Sebelah Mata, tapi setidaknya Mahasiswa juga masih dalam katagori homosapiens yang tak luput dari kesalahan, bukan maksud mencari alasan atau apa namanya!

Saya harus keluar secepat nya, karena tempat saya browsing akan di tutup, maklum saya juga masih mahasiwa yang memanfaatkan fasilitas Lab kampus! :D

=====

Nb: kalimat paragraf terakhir semestinya tidak saya ikut sertakan, namun demi menjaga ke asli an nya, maka dengan segala pertimbangan tetap saya ikutkan.

Peace :D





Tulisan sebagai syarat keberadaanku!

7 06 2008

Tidak berminat dengan pemberitaan masalah tragedi monas, tidak juga dengan isu pembubaran FPI, juga tentang seribu satu alasan konspirasi yang mengatas namakan kepentingan satu pihak atau pihak tertentu, di tulisan kali ini, saya hanya akan menulis dan menulis apa saja yang melintas di dalam benak dan otak kecil ku ini, tidak ada intervensi dari siapa pun, karena saya tidak tergolong dalam deretan orang-orang tenar dalam jagad blogosphere, tidak juga penulis ulung, tapi ada rasa yang hilang ketika saya berhenti menulis.

Lebih banyak menghabis kan waktu sendiri akhir akhir ini, menikmati kesendirian, menikmati aroma pisang bakar dan ceramah singkat dengan Wak Man, Wak yang sudah begitu lama singgah di planet yang konon katanya bukan tempat nya jenis homo sapiens seperti kita ini.

Seperti kata salah satu pemateri pada acara yang di adakan oleh segenap orang yang mengatasnamakan pencinta lingkungan, pemerhati  dan pelindung alam semesta.

Manusia hanyalah makhluk asing di bumi ini, suatu tempat yang tidak di huni manusia pasti akan lebih indah dari pada tempat di mana manusia tinggal.

Inti dari semua maslah yang ada di atas planet ini adalah pada satu alasan KEBERADAAN MANUSIA DI PLANET INI

Cukup beralasan bukan? saya tidak perlu menceritakan semua ulah tangan kita terhadap planet ini, karena memang itu saya anggap tidak perlu.





Kumpulan sajak Wiji Thukul

5 05 2008

Bukan karangan pribadi, tapi murni hasil plagiat dari senior gila kritis yang setelah sekian lama tidak jumpa, akhirnya jumpa juga, dengan ide ide yang juga masih aku angkat-topikan bila dengar dia ngobek, aku juga tidak sadar kalau ternyata pertemuan sore itu bisa menjadi petaka bagi segelintir orang, please sista… forgive me! Read the rest of this entry »





Surat keterangan berbadan sehat

2 05 2008

Salut dengan sifat dan sikap untuk kalian semua para Dokter yang ada di kampusku, dengan sangat bangga aku katakan kalau kalian sudah melakukan hal yang memang sudah menjadi kerja kalian, dengan sumpah jabatan yang telah lama kalian ucapkan, bahkan malaikat pun tak akan mungkin lagi membuka kata kata yang keluar dari mulut kalian itu.

Yakinlah kalau pasien yang kalian obati juga bakal percaya seratus persen dengan kalian, apalagi kalau yang datang berobat itu hanya orang pinggiran atau lebih tepatnya orang kampong, bukan datang dengan mobil mewah (jangan tanya merek mobil ke aku) ketika berobat, bukan juga dengan sekarung buah buahan yang bisa di jejal kedalam mulut mu, sekali lagi aku katakana SALUT……

Ohya! Satu pertanyaan untuk kalian, bagiamana cara nya mengetahui keadaan seseorang tanpa menyentuh apapun, atau mungkin sangking hebat nya kemampuan spiritual kalian, sampai sampai bisa tahu keadaan pasien hanya dengan melihat????

Terserahlah, toh itu bukan tubuh ku, itu juga urusan ku, kalau mereka mati mungkin ada baik nya juga kan, di samping bisa nambah penghasilan kalian sebagai buruh kesehatan, juga bisa mengurangi beban ekonomi mereka barangkali, mengingat hidup di negeri ini masih agak sedikit susah bagi kalangan rendah dan orang daerah pinggiran.

Tapi tunggu dulu kawan, ini badan ku, ini tubuh ku, bagaimana kalian bisa dengan mudah bilang kalau saya sehat sehat saja, padahal kalian belum periksa????

Atau hanya sebuah legalitas di atas kertas?? Tolong Buk/Pak, saya yakin kalau saya ini tidak sehat betul, tapi itu bukan masalah kalau misalnya Bapak dan Ibuk Dokter sudah check dulu keadaan tubuh saya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Pada hari ini, telah diperiksa kesehatannya dan ternyata ianya:

BERBADAN SEHAT

.

.

.

.

.

.

Demikianlah surat keterangan ini di buat dengan sebenarnya dengan mengingat sumpah jabatan, agar dapat di gunakan seperlunya.

kemana aku harus mengadu





Sajak untuk baginda

18 04 2008

duhai raja di raja

ambil semua harta

ambil semua kekasih

tapi jangan Engkau ambil rasa cinta ini

duhai paduka ku

butakan mataku

tulikan telingaku

bisukan pula mulut ku

tapi jangan Kau butakan mata hatiku

lautan boleh kau belah

tapi selamatkan hati ku

dari kemaksiatan ku pada mu

dari hilang ketaatan untuk mu

katakan pada mereka

kalau aku tak takut ditinggal sepi

karena aku memang akan kesepian

tapi tolong paduka jangan Kau tinggalkan aku

walau sedetik

baginda raja

indahnya mega tak berarti untuk ku

kalau Engkau masih murka padaku

manisnya madu tak berpengaruh di lidah

tatkala iman Engkau angkat

tak ada yang semanis iman

belum ada yang setenang taat

bahkan takkan ada pengganti sujud dimalam hari

tidak juga selaksa nikmat yang lain

baginda ku

menjadi budakMu teramat aku sukai

dari pada menjadi raja kedhaliman

menjadi pembantuMu lebih berharga untuk ku

dari pada menjadi raja para gundik

dan paduka para penzina

baginda raja

ambil jiwa ini

angkat ke sisi MU

aku rela baginda….





Payable Of Death

27 03 2008

Reveal to me the mysteries

Can you tell me what it means?

Explain these motions and metaphors

Unlock these secrets in me

Describe your vision, the meaning is missing

Won’t anybody listen?

Define the riddles of my mind

Nothing is strictly what it seems

Dreaming of Zion, Awake

Sleeping Awake

Dreaming of Zion, Awake

Can’t stop Sleeping Awake

Do you see what I see?

And can you hear what I hear?

Do you feel what I feel?

Can’t stop Sleeping Awake

Do you see what I see?

And can you hear what I hear?Do you feel like I feel?

Can’t stop Sleeping…

Can you see it? The writing,

Can you tell me what it means?

Translate the symbols, Enigma

Expressions keep questioning me

The message is written, the meaning is missing

Won’t anybody Listen?

Prophesy, interpretate the signs

Nothing is really what it seems

Dreaming of Zion, Awake

Sleeping Awake

Dreaming of Zion, Awake

Can’t stop Sleeping Awake

Do you see what I see?

And can you hear what I hear?

Do you feel what I feel?

Can’t stop Sleeping Awake

Do you see what I see?

And can you hear what I hear?

Do you feel like I feel?

Can’t stop Sleeping Awake

Do you see what I see?

Can you hear what I hear?

And do you see what I see?

And can you hear what I hear?

And do you feel like I feel?

And can you dream like I dream?

Do you see what I see?

Can you hear what I hear?

Or do you feel like I feel?

Or do you dream like I dream?

Anybody see me?

Anybody hear me?

Anybody feel me?

Anybody out there?!?

Dreaming of Zion, Awake

Sleeping Awake

Dreaming of Zion, Awake

Can’t stop Sleeping Awake

Do you see what I see?

And can you hear what I hear?

Do you feel what I feel?

Can’t stop Sleeping Awake

Do you see what I see?

And can you hear what I hear?

Do you feel like I feel?

Can’t stop Sleeping Awake

Anybody see me?

Anybody hear me?

Anybody feel me?

Anybody out there?!?





Jangan menyeberangi jembatan yang belum anda lihat

27 03 2008

Cerita bermula ketika akan memasuki semester terakhir waktu saya kuliah, beberapa orang sudah saya jajaki, dan hampir semua informasi yang saya butuhkan saya kumpulkan dalam satu database yang sudah bukan rahasia umum lagi namely otak.

 

Seperti tulisan saya sebelumnya tentang dosen yang saya kagumi, bukan karena saya takut atau apa, tapi ini murni karena memang ada aura lain yang ada di sekitarnya, bukan mistik tapi sekali lagi murni aura, kekuatan untuk mampu mempengaruhi orang lain bahkan sebelum angkat bicara, terlalu berlebihankah? Itu semua mungkin tergantung sama pribadi yang merasakan.

 

Ada beberapa pelajaran yang saya dapati kembali, meskipun sebenarnya teori ini sudah terlalu lama saya peroleh, timbul tenggelam dalam tabel statisik yang berfluktuasi, teori tentang possitive thinking, tentang how to win a friend and influence people nya Dale Carnigie, tapi secara realita semua ilmu itu kadang tak pernah bisa terwujud.

 

Intinya adalah saya terlalu sering dengan kesimpulan yang saya ambil sendiri, terlalu sering dengan kesimpulan internal saya yang kadang atau bahkan sama sekali tak pernah terjadi setelah itu semua saya lalui, saya sudah kalah melawan alam, atau barangkali memang saya tidak diciptakan untuk mengalah kan alam, bagaimana mungkin saya bisa mengalahkan alam kalau pada waktu yang sama bahkan saya belum bisa mengalahkan pikiran saya sendiri yang liarnya minta ampun.

 

Prasangka, prasangka dan prasangka itu yang selalu mendahului pekerjaan dan aktivitas saya, bukan perilaku yang baik tentunya, karena dengan bersikap seperti ini rasanya saya selalu kalah bahkan sebelum saya bertarung, halah bahasanya, tapi ini benaran lo :D

 

Pesan moral yang mungkin bisa saya dapati dari cerita ini adalah jangan menyeberangi jembatan sebelum anda benar benar melihat bagaimana bentuk jembatan atau tepatnya anda sudah menginjakkan kaki anda keatas jembatan tersebut.

 

Kawan tidak selamanya yang kita takuti itu terjadi atas kita, bisa saja kejadian itu malah menimpa orang lain di sekitar kita, mungkin begitulah cara Tuhan mengajarkan kita satu pelajaran.





Childhood and being an introvert!

22 03 2008

Berada sendiri dan menikmati semua atau segala sesuatu yang lewat melalui daun telinga, sehingga menghasilkan respon dari dalam kepala, mendengar adalah lebih baik dari pada terlalu banyak bicara, menyendiri.

 

Duduk di ruang seukuran 4×5 m dengan alunan musik tahun 80-an, dengan semua kenangan manis yang pernah aku lewati dengan kawan kawan masa kecilku dulu, teringat akan kenakalan childhood yang mengundang banyak sumpah serapah orang orang yang merasa terusik dengan semua tingkah nakal kami waktu itu, mungkin masa itu kami belum paham akan ketenangan, karena di dunia ini ada hanya untuk main main dan main.

 

Tapi itu dulu, sekarang semua sudah berubah, kawan kawan itu sudah menghilang dari pandangan, ada yang merantau menuntut ilmu, ada juga yang kembali ke kampung halaman mereka untuk membina sebuah bahtera dan mereka menjadi nakhoda dalam bahtera itu, atau dengan kata lain menikah.

 

Benar kata mas Andrea kalau masa kecil itu adalah masa yang tak kan pernah bisa terlupakan, bahkan karena masa kanak kanak pula yang bisa menginspirasi seseorang sehingga mengantarkannya kepada puncak kesuksesan yang tertinggi dengan segudang prestasi yang hampir tak mungkin untuk seukuran anak kampung seperti Andrea. Kenapa? Karena sekarang ini saya melihat sukses itu hanya milik mereka yang memiliki modal besar untuk bayar studi mereka, sedangkan bagi mereka yang tidak berkecukupan untuk itu dilarang masuk atau lebih tepatnya dilarang mendekat. Tapi semua itu ternyata di jungkirbalikkan oleh Andrea, ternyata hanya dengan mimpi seorang bisa bertahan dan hanya dengan mimpi pula orang bisa benar benar menjadi orang, kata pepatah bijak a man without ambition like a bird without a wing, tidak berlebihan barangkali kalau kita memcoba menembus batas batas kemapuan kita, toh kita akan tahu sampai dimana kemampuan kita setelah kita memang benar benar tidak mampu lagi.

 

Ada apa dengan Andrea? Bukan kenapa kenapa, hanya saja tetraloginya telah mengubah cara pandang saya yang selama ini terlalu mudah untuk melupakan masa kecil, dan tentunya banyak pesan moral yang saya dapat kan dari tiga bukunya yang saya baca.

 

Dulu, setidaknya ada dua fase kehidupan masa kecil saya yang sangat kentara terkesannya dalam mozaik kehidupan saya ini, pertama masa ketika saya masih SD, dan kedua masa ketika tamat SD yang pasti.

 

Potongan masa SD

 

Potongan pertama:  waktu kelas 4 SD, masih terlalu muda dan kecil tentunya, kebetulan kami kena jatah masuk siang, karena pagi semua kelas di gunakan oleh anak kelas satu sampai kelas enam, yang jatah siang hanya kelas tiga dan empat, sedangkan kelas lima dan enam kebagian jatah pagi, mengingat jumlah siswa kelas satu yang ampun banyaknya, empat kelas di bagi dua shift.

 

Seperti biasa kalau tidak belajar ya mau tidak mau harus main dan main, bola kaki menjadi pilihan hampir semua anak anak seukuran kami, karena di depan sekolah ada satu lapangan yang sering digunakan pada acara liga sepak bola antar kampung, pernah satu hari, final sepak bola antar kampung saya dengan kampung tetangga, rugi rasanya kalau tidak melihat pertarungan hidup mati ini, di sana kami akan melihat bintang sepak bola kami yang muncul satu musim sekali, alih alih bisa fot bareng, sebagian kawan memilih cara sederhana dan sopan, dengan cara memegang baju orang dewasa tanpa sepengetahuan mereka, tentu saja panjaga karcis mengira kalau itu adalah anak mereka. Ada pula yang memilih manjat batang jambu depan sekolah yang tingginya dua kali tripleks yang digunakan panitia pelaksana, tapi kami menempuh jalan yang paling sederhana, dengan kontur lapangan yang bopeng bopeng alias banyak gundukannya, sudah baran tentu ada lubang dan tanjakannya, nak kami memilih untuk masuk lewat jalur alternative yang sudah kami gali, dengan sedikit usaha, kami langsung bisa masuk ke lapangan. Tapi ternyata perjuangan tidak berhenti di situ, karena kami harus adu kecepatan dengan panita penyelenggara karena mereka tidak sedang menonton bola tapi melihat tingkah kami, atau dengan kata lain kami ketahuan, dan acara sprint-pun di mulai……..

 

Pesan untuk orang tua: jangan pernah mengajak anak yang berumur sepuluh tahun untuk adu kecepatan sprint, karena itu akan sia sia dan buang energi (baca:kalah).

 

Potongan kedua:  kelas 4 SD, keluar sekolah tanpa izin untuk alasan dan keperluan kawan yang rumah nya kebetulan agak sedikit jauh, tak satu pun guru yang tahu kalau dua siswa mereka tidak berada di tempat, kerena mereka sedang sibuk dengan tas baru, sepatu baru, baju baru dan entah apalagi yang baru, lantas semua yang baru itupun berubah menjadi berita baru, dua anak didik mereka tiba tiba kecelakaan, sepeda yang mereka gunakan jatuh kesungai sedangkan dua siswa di nyatakan selamat dan tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, hanya saya seorang siswa harus di jahit tujuh kali karena luka sobek seukuran jari tengah, tapi anehnya korban tidak sadar kalau ada luka sobek dalam insiden itu. Para guru baru sadar kalau mereka kecolongan hari ini.

 

Pesan untuk para guru: kurangi jam terbang (baca:gossip) anda pada saat jam belajar, karena siswa anda membutuhkan perhatian dan wejangan dari anda, terlalu sering ngegosip bisa buat rambut cepat beruban(sumber ga jelas).

 

Potongan masa SMP dan SMU

Masa ini saya lewati enam tahun dengan modok di salah satu pesantren terpadu, bahkan menjadi entry point sendiri bagi saya, banyak hal yang saya dapatkan selama enam tahun mondok di sana, mulai dari melihat ragam corak manusia, sampai aneka ragam bahasa, pastinya bahasa di sekitar kampung saya saja, wah wah wah ternyata masa masa itu menjadi memori yang tak terlupakan dalam mozaik kehidupan saya untuk kedepan.

 

Potonga pertama: kelas tiga SMP mulai kenal lagi dengan yang namanya rokok, setelah tiga tahun di karantina terhitung sejak tamat SD, maka hal hal yang berkaitan dengan rokok sudah di tinggalkan, tapi apa daya tangan tak sampai, walaupun kami tahu hukuman yang akan di terima kalau ketahuan merokok, tapi batang rokok itu pun nancap lagi ke mulut ku, welcomeback bro!.

 

Awalnya tak berani juga isap itu barang yang haram di tempat mondok saya, tapi karena lama lama jadi ga tahan juga lihat kawan seangkatan udah pada entah sampai kemana maka saya pun langsung tancap gas, nikmat broo!

 

Kami semua empat orang, satu orang yang jadi ngontrol kalau kalau ada ustadz yang lewat, yang lain masih sibuk dengan aktivitas suck-in nya, dan ternyata dan ternyata aksi pertama kami berhasil, ini menjadi modal awal kami untuk melakukan hal yang sama untuk kedepannya, mulai di atap sekolah, di bawah ranjang asrama, di sudut sudut kelas, bahkan juga di double u ci (WC) J

 

Potongan kedua: akhir kelas Tiga Aliyah (sederajat dengan SMU), di tingkat ini, semua hal yang berkaitan dengan rokok sudah menjadi mudah, selain karena faktor senioritas, mungkin juga karena faktor lain yang saya sendiri juga tidak tahu samapai saat ini, mungkin ada yang tahu???

 

Puncak nya akhir tahun ajaran, pas mau tamat dari pesantren, entah kena angin mana, malam itu karena faktor merasa di lecehkan oleh junior, maka kami berinisiatif untuk memberikan mereka belajaran, yang ini juga ga jelas pelajaran apa yang saya maksud, tapi acara malam ini akan menjadi puncak karir kami di sini sekaligus puncak aksi kami, karena setelah ini kami akan melewati hari hari yang mengerikan , bahkan lebih ngeri dari ngeri itu sendiri, malam itu kami merencanakan untuk menghabisi o bukan maksud saya memberi pelajaran untuk bisa lebih menghargai orang lain, lebih tepatnya menghargai senior mereka. Pesan moral : tidak selamnya yang anda dengar itu benar, dan tidak selamnya senior itu benar, mereka juga manusia, sama seperti rocker J

 

Halah, itu semua masa kecil ku dulu, dilupakan? Tak mungkin saya lupakan, biarkan dia ada dan tetap ada, karena suatu saat dia akan di minta untuk mempertanggung jawabkan dan menolak untuk kembali di ulang.

 

Sekarang, saya lebih suka menghabiskan waktu di kampus, tepatnya di lab, sudah mulai konsen dengan kuliah dan pingen nya sih bisa kelar kuliah tahun ini, tapi mau jumpa dosen untuk tanya topik tugas akhir belum berani, gaa tahu juga kenapa bisa jadi pengejut gini, padahal ini bukan sifat saya yang sebenarnya.

 

Dosen saya itu auranya luar biasa, dari radius 20 meter saja saya sudah ga berani natap apa lagi kalau sempat face to face, geretak gerutuk ni lutut, tapi ga segitunya kok 

 

Dan untuk yang terakhir saya sudah mulai menikmati menjadi seorang introvert.

 





Rumah baru

18 03 2008

Katanya setiap orang butuh kenyamanan dan setiap orang juga mempunyai alasan yang berbeda terhadapa definisi nyaman itu sendiri, ada sebagian yang merasa nyaman kalau sedang berkumpul dengan orang orang yang mereka cintai dan sayangi, ada juga yang merasa lebih nyaman kalau sedang sendiri, bisa menghargai setiap keadaan yang mereka buat dan lingkaran yang telah mereka buat dengan batas batas tertentu.

Begitu juga dengan yang punya blog ini, kenal internet awal tahun 2004, kenal dunia blogging awal tahun 2005 itu pun di kenalkan oleh beberapa orang senior senior di kampus. Jalan untuk menjadi seorang penulis akhirnya bisa tersalurkan lewat media yang satu ini god bless internet, walaupun awal ngeblog ikut trend sebagian kawan kawan di kampus yang sudah pada punya blog semua, rasanya kepingin juga punya satu dokumentasi tentang saya dan tentang semua yang pernah saya lalui dan mungkin menjadi sebuah catatan pengganti kebaradaan saya suatu saat nanti.

Yah! inilah rumah baru saya, rumah yang mungkin akan membuat saya merasa lebih nyaman dan merasa bisa melakukan apa pun di sini, karena ini rumah saya dan saya bisa melakukan apapun bahkan hal hal yang tidak di sukai oleh banyak orang, tidak sependapat dengan pikiran orang lain tapi inilah saya, kita akan berusaha untuk menghargai perbedaan kerena perbedaan itu sendiri bukan karena yang lain, bukan karena paham yang kita anut dan kita yakini kebenarannya kadang belum tentu benar bagi sebagian yang lain.

Dulu pernah menulis karena lihat lihat di sekeliling, ada yang kasih komen sampe ratusan, wah sebuah prestasi yang sangat membanggakan tentunya (ini bagi saya waktu itu), ada beberapa spekulasi yang ada dalam pikiran saya, bisa jadi mereka telah lama nongkrong dan hadir dalam blogosphere — entah siapa yang menggunakan jargon ini untuk pertama kali. Mereka seleb blog dan saya….saya adalah pendatang baru dalam hal ini, tapi setidaknya ada kepuasan tersendiri yang melatarbelakangi penulisan blog saya ini.