Petikan kalimat hari ini [0]

6 11 2009

Mereka tahu kalau mereka diciptakan bukan untuk main-main, mereka paham betul dengan tantangan yang mereka hadapi ke depan, satu hal yang mereka yakini, mereka punya musuh bersama, ini yang membuat mereka sangat menghargai waktu.

~ Kawan serumah ~





Apa kabar Pemuda?

27 10 2009

Selama darah muda ini masih terus bergejolak, kita pemuda, tidak akan pernah berhenti berjuang, sampai kapanpun, iya kawan-kawan, sampai kapanpun….

Pemuda itu tiang kebangkitan bangsa, kalau pemuda suatu bangsa berani, maka jangan takut dengan siapapun, karena siapapun akan gentar menghadapi bangsa yang pemudanya kuat seperti kita ini…

Begitukah?? Kita lihat saja, seberapa lama kalimat-kalimat seperti di atas akan tetap bertahan, terutama sekali bagi orang yang mengucapkannya.

Ah Pemuda, apa kabar hari ini???? Pekerjaan kita masih banyak, tampa perlu bicara penuh semangatpun, dunia akan tetap melihat, apa yang bisa dilakukan oleh pemuda.

Ini bukan sumpah pemuda, tapi kegelisahan seorang pemuda.

*Itung umur, apa masih muda ya???*





Rapuh

29 09 2009

rapuh

Waktu malam, gelap di bawah sinar bulan, menjajah siang, ditemani sinar matahari, dalam dada dan pikiran, semua kemauan dan keinginan, kebutuhan dan hanya sekedar keinginan, ternyata semua gejolak jiwa dan arus pikiran terlintas, tidak kokoh, hanya rapuh.

Hitam legap wajah dan hati, dalam setiap waktu yang terlewati, dengan cinta dan dengan nafsu angkara murka, dengan tetesan api yang sudah tidak lagi bisa menerangi lorong yang sempit, bahkan tidak ada satupun malam yang tersinari. Dengan percikan air tidak lagi mendinginkan, tidak pula menghidupkan, atawa menghancurkan.

Manusia, semua hasrat, mimpi, cita-cita, dan nafsu adalah rapuh dengan hadirnya dalam panggung semesta. Karena manusia hanya rapuh, jiwa, raga, pikiran, semuanya rapuh. Selayaknya tulang yang dimakan masa, keropos, manusiapun keropos dalam kemajemukannya, keberadaannya sebagai tanda bahwa dia adalah kerapuhan.

Pendiriannya mereka juga teramat rapuh, sulit benar memegang sikap, tingkah laku, sesekali ucapan yang keluar dari makhluk yang bernama manusia, tidak kokoh adanya, lemah selembut kapas, mudah berubah dan dinamis, karena manusia, sekali lagi adalah rapuh.

NB: Intropeksi akhir bulan

Credit gambar dari sini





Indonesia di tapal batas hati

16 08 2009

Baiklah, mengawali hari tanggal 17 Agustus kali ini, dengan rentetan kejadian yang kian lama kian tidak masuk akal saja di negeri tercinta ini, dari kasus-kasus yang tidak jelas penyelesaiannya, sampai kasus yang sengaja dilupakan.

Dari semua kejelekan yang pernah dicaciumpatkan untuk tanah bertuah ini, maka apapun itu, saya tetap bangga menjadi bagian dari tanah ini, karena saya besar dan hidup dari air ibu pertiwi ini, tidak alasan untuk menjelekkan ibu pertiwi sendiri, kalau tidak sekarang barangkali besok, atau pada kesempatan yang lain, tanah ini akan tetap bertuah.

Semua jasa pahlawan, akan saya coba kenang dan ingat-ingat kembali, mengulang kembali lembaran sejarah yang pernah diajarkan pada masa berseragam merah putih, kemudian beranjak biru putih, tidak pernah lagi mau tau tentang hari yang sangat disakralkan ini.

Bagi sebagian orang, hari ini adalah berkah, selain juga kebahagian bari anak-anak yang selalu menantikan meriahnya acara selebrasi ini, bagi mereka (anak-anak), tidak pernah mereka mau tau apa itu hakikata dari kemerdaan, yang penting mereka bisa menikmati setiap perayaan, dengan selaksa selebrasi dari beragam permainan, panjat pinang, dan seturusnya-seterusnya.

Namun bagi saya, hari ini adalah hari ini, hari kemerdakaan, hari dimana bangsa yang besar ini mendapatkan “kemerdekaannya” dari penjajah, apapun itu, saya tetap bangga menjadi anak Indonesia. Majulah Indonesiaku…





Sepak bola, sebuah pilihan dan perbedaan.

13 07 2009

Satu kesempatan, seorang senior pernah bercerita panjang lebar pada catatannya yang tidak kelar, saya juga tidak tahu pasti apa penyebab tulisan itu tidak kelar, dan hanya menyisakan label unfinished, tulisan yang menceritakan tentang pilihan hidup, pilihan terkadang memang harus menjadi satu prioritas, bahkan ketika kita memilih untuk berbeda sekalipun, tak pelak semua pilihan itu berangkat dari pikiran yang kadang terbilang matang, ada juga yang berawal dari ikut ikutan saja. Tapi mesti di syukuri, di antara semua yang memilih masih ada yang memilih setelah mereka paham dan tahu betul apa yang menjadi pilihan meraka, aktivitas memilah dengan pengumpulan data data yang bisa menjadi pijakan berfikir mereka. Tidak semua orang, mempunyai kerangka berpikir yang sama, karena setiap orang berangkat dari jalan berpikir yang sedikit unik, beda itu sendiri unik. Bahkan berbeda dalam mendefinisikan perbedaan itu sendiri. Tapi lagi lagi seperti kutipan tulisan salah seorang senior

ketidak-seragaman sejarah hidup, koordinat aktivitas hidup, bacaan, selera, pola pikir, keegoan… membentuk persepsi masing-masing. Warna-warni hidup, meski warna-warni yang berbeda itu sering tak seindah pelangi.

Tapi tetap saja dari semua koordinat perbedaan itu, masih ada garis singgung yang bisa di satukan, variabel-variabel acak yang kadang tidak pernah terpikirkan (atau barangkali saya tidak pernah kepikiran). Sepak Bola, yah untuk saat ini, barangkali ini alat yang paling ampuh untuk di jadikan alat penunda waktu untuk terus berselisih dalam, walapun kadang kadang ada juga bentrokan yang kecolongan, but well… beda akan terus berbeda, sampai kapanpun perbedaan itu akan tetap ada.

Ya, sampai kapanpun, beda adalah keharusan, akan lain ceritanya kalau kita berada dalam kesamaan yang membosankan, Tuhan telah bermurah hati menciptakan kita beragam dan berbeda, agar kita bisa merasakan suatu yang lain dari kebiasaan kita, saya tidak bisa membayangkan kalau sekiranya, semua bunga hanya punya satu warna, mestilah kita bosan melihatnya untuk waktu yang lama. Andaikan semua manusian berwajah sama, mestilah kita ketakutan, dan merasa heran, kenapa ada orang lain yang mirip dengan saya, kenapa ini dan kenapa itu??

Tapi, bandingkan dengan keragaman yang ada, tersirat makna dan keindahan disana. Beda adalah kabaikan, karena dengan beda, kita tahu siapa kita, dengan perbedaan kita masih bisa bergandengan tangan.

Dunia sepak bola membuktikannya, perbedaan team, bangsa dan negara, latar belakang geografis, cara mengolah bola, kesemua itu disatukan dalam satu teknik permainan yang indah dan elok dipandang mata.

.

.

.

Well! Sepak bola tidak sesederhana pemilihan umum untuk menentukan siapa calon pemimpin kedepan :D

*loh kok???*

*akhirnya draft ini tidak sekedar draft saja*

PS: Tautannya sudah tidak aktif lagi, yang punya blog udah pindah kesini :D





Heal The World

11 07 2009

Lirik lagu MJ yang satu ini saya suka, tak apalah kalau kali ini saya copy-paste lirik dan vidoe MJ.

There’s A Place In
Your Heart
And I Know That It Is Love
And This Place Could
Be Much
Brighter Than Tomorrow
And If You Really Try
You’ll Find There’s No Need
To Cry
In This Place You’ll Feel
There’s No Hurt Or Sorrow

There Are Ways
To Get There
If You Care Enough
For The Living
Make A Little Space
Make A Better Place…

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

If You Want To Know Why
There’s A Love That
Cannot Lie
Love Is Strong
It Only Cares For
Joyful Giving
If We Try
We Shall See
In This Bliss
We Cannot Feel
Fear Or Dread
We Stop Existing And
Start Living

Then It Feels That Always
Love’s Enough For
Us Growing
So Make A Better World
Make A Better World…

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

And The Dream We Were
Conceived In
Will Reveal A Joyful Face
And The World We
Once Believed In
Will Shine Again In Grace
Then Why Do We Keep
Strangling Life
Wound This Earth
Crucify Its Soul
Though It’s Plain To See
This World Is Heavenly
Be God’s Glow

We Could Fly So High
Let Our Spirits Never Die
In My Heart
I Feel You Are All
My Brothers
Create A World With
No Fear
Together We’ll Cry
Happy Tears
See The Nations Turn
Their Swords
Into Plowshares

We Could Really Get There
If You Cared Enough
For The Living
Make A Little Space
To Make A Better Place…

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me
You And For Me





Matikan!

20 06 2009

…Matikan siapapun yang menghalangi dirimu, termasuk dirimu sendiri…

Dan merekapun berlalu dalam kegetiran, kemenangan yang dipaksakan..

Dan Iblispun cengengesan…

Dan akupun kembali meratapi keadaan, menatap langit tak bertuan, kembali ke peraduan.





Logika Kawin Muda

2 05 2009

Kapan yaaaa???

Namanya Jafrud, kawan sekelas saya dulu waktu masih berseragam merah putih, tapi sepertinya dia kelihatan lebih tua dari umurnya. Tampak jelas dari air mukanya kalau dia memang seorang pekerja keras, setelah ditinggal pergi ayahnya ketika masih berumur kurang lebih 13 tahun, dan semua tanggung jawab seorang ayah jatuh pada ibunya tercinta, yang mungkin bagi sebagian orang, ibu adalah bagian yang tidak akan pernah bisa terpisahkan atau bahkan menjadi inspirasi sendiri, dia bukan anak laki satu satunya, masih ada abangnya,dua orang yang lebih tua dari dia, saya dan mereka masih ada ikatan famili jarak agak sedikit dekat.

Beberapa waktu yang lalu, dia datang ke Banda untuk mengurusi surat pesiunan ayahnya untuk dialihkan ke adek yang perempuan, dia banyak bercerita tentang aktivitas nya selama di Langsa (kira kira 8 jam perjalanan dari Banda aceh), tentang kawan kawan seangkatan dulu waktu di SD, dan juga tentang masa depan yang kian hari kian tak menentu arahnya, juga tentang mimpi yang terkubur sebelum pagi datang, kering bersama keringnya embun pagi, saya hanya bisa diam dan mengangguk-nganggkuk pada saat beberapa kalimat meluncur dari mulutnya, ”bukan aku ga ada niat bisa kuliah seperti kalian. Aku Cuma harus menerima kenyataan yang sangat berlawanan dengan rencana dan angan masa kecil ku, ketika aku di hadapkan pada dua pilihan akan masa depan, pilih kuliah kebanda tapi ibunda tercinta tak bisa biaya biaya pendidikan sampai kelar atau kuliah di dekat sini sambil honor honor di kantor tempat ibunda nya bekerja.

Sebagai seorang anak, saya bisa pastikan pilihan kedua yang akan dia putuskan. Dan ternyata memang benar, dan jalan hidup yang telah di pilihnya itu jualah yang akan menjadikan dia kuat dalam hampir segala kondisi.

Ada satu hal yang bikin saya agak sedikit terkejut, dan ini pula yang akan jadi inti dari cerita saya kali ini, menulis setahun sekali tak apalah yang penting ada dari pada tak pernah sama sekali, atau menghilang dan mencoba untuk pura pura hilang barangkali menjadi pilihan sebagian orang.

Ceritanya begini, dia ajukan dua pertanyaan dasar, yang selanjutnya di ikuti dengan penjelasan penjelasan yang sangat rasional bagi saya, kalau ada orang yang tanya kapan kalian kawin? Kamu jawab apa? Satu lagi kalau saya gak salah, apa kalian gak takut entar kalau udah kawin gak bisa kasih makan anak orang, karena perkara kawin ini bukan perkara sehari dua hari, tapi urusan sampai beranak cucu.

Ok kawan, inilah paparan kawan ku….

Kalau kalian kawin/ nikah atau apalah nama pada usia muda kalian bakal punya kesempatan yang panjang untuk cari duit, terlepas rezeki itu ada yang ngatur, sedangkan kalau kalian kawin di usia yang sudah agak sedikit tua, dikhawatirkan kalian gak akan sanggup untuk bekerja, mungkin di karena kondisi tubuh yang sudah menunggu giliran panggilan malaikat Israil.

Belum lagi kalau kalian perokok berat, mau tidak mau kalian akan sakit, kemudian masuk rumah sakit, terbaring dengan selang infus menembus daging dan mengalir seirama dengan aliran darah kalian, lantas siapa yang akan mengurus keluarga kalian?

Lalu saya tanya, lah kamu sendiri kapan?

Doakan, masih dengan senyum kemenangan dia menjelaskan, dalam waktu dekat saya akan mendahului kalian.

Coba kalian hitung-hitung, katakanlah kalian kawin di umur 29 atau 30-an, kemudian hidup sudah tidak berdua lagi, kalian bakal ada anak, anak pertama umur 6 tahun disekolahkan, umur kalian sudah bertambah 6 tahun, berarti 35 tahun, SMP 3 tahun plus SMU 3 tahun, kemudian kalau dia ingin melanjutkan hingga jenjang yang lebih tinggi, semisal kuliah, butuh waktu 4 sampai 7 tahun.

Tambahkan 35 dengan 3 tahun pertama kemudian 3 tahun kedua, umur semakin bertambah jadi 41 tahun, hohohoho :D baru kelar SMU kalian sudah berkepala 4, katakanlah anak kalian tadi kuliah dan selesai 7 tahun, karena sedikit aktif di organisasi-organisasi macam Bapaknya ini, setengah mengejek, maka semakin tualah kalian, 48 tahun.

Dengan gaya orang yang paling berpengalaman, dia melanjutkan paparannya tentang teorinya yang terdengar baru bagi saya, ”Dan aku bisa pastikan, kalau dalam keluarga kalian nantinya, tidak hanya akan ada tiga orang insan, minimal empat satu keluarga, itupun kalau ikutan KB, tapi kalaupun tidak ikutan program pengentasan kemiskinan itu, saya berdoa semoga kalian diberi kekuatan lebih dalam mencukupi kelurga kalian, dan semoga kalian sehat-sehat saja.”

Topik bergeser, dari logika kawin, ke susahnya urusan birokrasi, dia muntab. Dan diskusi mengalir dari satu titik ketitik lainnya sampai lartu malam.

Kawan dengarkan logika kawan saya tentang kawin muda atau apalah nama, pikiran yang belum pernah atau lebih tepatnya tak pernah saya pikirkan akhir-akhir ini, barangkali ini terjadi akibat keseringan berkutat dengan dunia ketiga yang saya sendiri kadang tidak pernah bisa paham dengan apa yang sedang saya hadapi dan pikirkan, kesadaran macam timbul tenggelam gitu, dan terakhir dikarenakan buku buku fisika yang kian lama kian tersasa kengeriannya.

Yang menarik bagi saya adalah matematika kawin, macam mahasiswa yang menjelaskan analisa dan dugaan sementara tentang topik tugas akhirnya.

Lalu? Kapan kawin?

Mari kita menganalisa dan membuat dugaan-dugaan sementara tentang topik ini :D





When The Children cry

29 04 2009

Little child

Dry your crying eyes

How can I explain

The fear you feel inside

’cause you were born

Into this evil world

Where man is killing man

and no one knows just why
What have we become

Just look what we have done

All that we destroyed

You must build again
When the children cry

Let them know we tried

’cause when the children sing

Then thee new world begins
Little child

You must show the way

To a better day

For all the young

’cause you were born

For the world to see

That we all can live

In light and peace
No more presidents

And all the wars will end

One united world under God
When the children cry

Let them know we tried

’cause when the children sing

Then the new world begins
What have we become

Just look what we have done

All that we destroyed

You must build again
No more presidents

And all the wars will end

One united world under God

When the children cry

Let them know we tried

’cause when the children fight

Let them know it ain’t right

When the children break

Let them know we’re awake

’cause when the children sing

The new world begins





Rakyat…

11 04 2009

Pada kesempatan berbahagia ini, izinkan saya menggubah satu dua bait puisi untuk siapa saya yang mencintai dan ingin marasakan rasa ini.

Rakyat

kita begitu dekat

sebagai salju dan dingin

aku dingin dalam saljumu


Rakyat

engkaulah burung dan aku pohonan

kita menyatu

aku tempat pijakanmu

Untuk semua….